Polisi Selidiki Eksploitasi Pekerja Anak Rumah Makan Ayam Goreng Remaja

berbagi di:
ilustrasi pekerja anak
Ilustrasi pekerja anak
Mutiara Malahere
Penyidik Unit Reserse Kriminal Polsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota, NTT terus menyelidiki kasus  yang membelit pemilik Rumah Makan Ayam Goreng Remaja Kota Kupang yang mempekerjakan anak di bawah umur bernama Erik Retang (16).
Penyidik telah melakukan pemanggilan dan jadwal pemeriksaan lanjutan dengan mengambil keterangan ahli dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Kupang.
Demikian diungkapkan Kapolsek Kelapa Lima Didik Kurnianto kepada VN Selasa (15/8).
Didik mengatakan pihak terlapor terus mendesak korban untuk mencabut laporannya.
“Korban datang ke polsek dan meminta untuk mencabut laporannya, dan beralasan telah berdamai dengan pihak Ayam Goreng Remaja,” jelas Didik.
Pihaknya menilai kasus ini bukanlah sebagai delik aduan (klacht delict) sehingga proses hukumnya tetap berlanjut hingga tuntas.
“Mempekerjakan anak di bawah umur dengan kontrak yang seperti demikian memiliki unsur eksploitasi dan memaksa, apalagi banyak aturan yang menentang dan mengecam segala bentuk perbuatan eksploitasi terhadap anak, sehingga kami pun akan memproses tegas siapapun yang melakukan tindakan semena-mena terhadap pekerja anak,” tegas Didik.
Menurutnya, korban telah bekerja di RM Ayam Goreng Remaja selama 3 bulan dan gajinya tak kunjung dibayarkan oleh pemilik RM Ayam Goreng Remaja.
“Korban pun melaporkan hal tersebut ke Mapolsek dan pihak Ayam Goreng Remaja pun melakukan tuntutan balik terhadap korban, sehingga kami pun tetap memproses lanjut kasus ini,” tambah Didik.
Terkait dengan adanya perdamaian di antara korban dan terlapor, lanjut Didik, tidak akan berpengaruh terhadap laporan korban dan pihaknya akan tetap memprosesnya secara hukum.
“Kami akan konsisten dan melanjutkan kasus ini hingga tuntas, serta hak-hak korban terpenuhi dan dapat meminimalisir perilaku eksploitasi terhadap pekerja anak,” tegas Didik.
Sebelumnya penasehat hukum RM Ayam Goreng Remaja, Fransisco Bessi mengatakan pihaknya telah berdamai dengan korban serta korban telah berjanji untuk mencabut laporannya di Polsek Kelapa Lima.
“Pemilik RM Ayam Goreng Remaja telah memenuhi hak korban dan kedua pihak telah berdamai,” ungkap Fransisco.
Pihaknya beralasan karyawan ER dikeluarkan dari pekerjaannya karena selama bekerja dan tinggal di dalam penginapan, dirinya memiliki perilaku seks menyimpang dan meresahkan karyawan pria lainnya yang tinggal di penginapan tersebut.
“Klien kami mengeluarkannya karena perilaku seks menyimpang dan meresahkan sesama karyawan pria, dan tidak ada unsur lainnya,” pinta Fransisco.