Polisi Turunkan Water Cannon Semprot Disinfektan di Jalan

berbagi di:
img-20200327-wa0007

Water Cannon Polres Sikka saat menyemprotkan disinfektan sepanjang jalan Raja Centis, Kamis (26/3) sore.

 

 

 

Yunus Atabara

Polisi mengambil bagian dalam penanganan virus Covid-19 di Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Selain membantu pemerintah mensosialisasikan bahaya Covid-19  di masyarakat, polisi juga menurunkan sebuah water cannon untuk menyemprotkan disinfektan di jalan-jalan umum dalam Kota Maumere, Kamis (26/3) sore.

Pantauan VN, aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Sikka, AKBP Sajimin ikut menumpang mobil water cannon, didahului oleh mobil patroli Lantas Polres Sikka dengan menggunakan pengeras suara mengimbau agar masyarakat menjaga jarak aman dan tidak berkumpul di sepanjang jalan umum.

Rute penyemprotan disinfektan dimulai dari halaman Polres Sikka, menuju jalan Raja Centis (kompleks pertokoan), Jalan Bandeng, Jalan Moa Toda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Jendral Sudirman dan berakhir di Jalan Adi Sucipto, arah Bandara Frans Seda Maumere.

Kasubag Humas Polres Sikka AKP Petrus Kanisius kepada VN mengatakan sebanyak 5 ribu liter disinfektan yang disemprotkan di sepanjang jalan. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Sikka.

img-20200327-wa0010

“Kami akan lakukan apa saja yang bisa kami lakukan,” kata Kasubag Humas Polres Sikka.

Menurut AKP Kanisius, polisi secara rutin melakukan patroli keliling selama 1×24 jam untuk membubarkan kerumunan masyarakat serta mengimbau masyarakat tetap menjaga jarak aman sesuai instruksi pemerintah.

 

 

Awasi Pintu Masuk

Sementara  Penjabat Sekda Sikka Wilhelmus Sirilus mengaku baru saja melakukan rapat koordinasi dengan seluruh camat. Selain meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, juga memperketat seluruh pintu masuk.

“Saya tegaskan kepada camat agar awasi seluruh pintu masuk. Siapapun harus diperiksa dan dilaporkan setiap saat, sehingga gugus tugas bisa mengupdate data ke publik,” kata Sirilus.

Pihaknya akan memberikan catatan khusus bagi camat yang tidak melaporkan perkembangan di wilayahnya masing-masing. Hal itu akan diberikan sebagai masukan kepada Bupati untuk mempertimbangkan apakah dipertahankan sebagai camat atau dipindahkan.

“Ini tanggung jawab saya sebagai penjabat sekda memberikan masukan kepada Bupati. Kita butuh kerja keras, soalnya Covid-19 ini sangat berbahaya. Jadi jangan main main,” tegasnya.(bev/ol)