Polres Kupang Kota Amanakan 30 CTKI

berbagi di:
foto-hal-07-metro-tkw-040719

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby J mooynafi (tengah) memberikan keterangan kepada para pekerja media terkait pengamanan 31 orang calon tenaga kerja wanita yang hendak diberangkatkan ke luar negeri, Rabu (3/7).  Foto: Rafael L. Pura/VN

 

 

Rafael L. Pura

Kepolisian Resor (Polres) Kupang Kota mengamankan 31 calon tenaga kerja perempuan yang hendak diberangkatkan ke luar negeri. 31 perempuan ini diamankan di kantor P3MI Bukit Mayak Sari, di Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (3/7), sekitar pukul 09.00 Wita.
31 perempuan itu diketahui berasal dari Sumba Timur, Sumba Barat serta satu orang berasal dari Rote. 31 orang ini hendak diberangkatkan ke Malaysia untuk bekerja disana.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti melalui Kasat Reskrim Iptu Bobby J Mooynafi, kepada wartawan, kemarin, mengatakan, kasus ini berhasil terkuak saat dua dari ke 31 orang itu melarikan diri dari kantor PT P3MI Bukit Mayak Sari. Keduanya kemudian datang ke Mapolresta dan melaporkan hal ini. Atas laporan itu, polisi langsung bergerak ke TKP dan mengamankan 31 perempuan itu.
Iptu Bobby, mengatakan, 31 orang ini direkrut oleh petugas lapangan bernama Florida dibantu dua orang lainnya. Satu kepala dihargai dengan Rp 8.000.000. Uang itu dikirim oleh Resti, pemilik P3MI Bukit Mayak Sari.

Iptu Bobby menguraikan, setelah merekrut mereka, tiga petugas lapangan ini kemudian membuat dokumen mereka. Bagi mereka yang belum berusia 21 tahun, tiga perekrut lapangan itu kemudian memalsukan identitas mereka. Setelah memalsukan identitas, mereka kemudian dikirim ke Kupang menggunakan jasa penerbangan udara.

Di kupang, 31 perempuan itu dijemput dan ditampung di PT P3MI Bukit Mayak Sari, milik saudari Resti. Resti sendiri merupakan warga Jawa Tengah.

“Jadi saat pemberangkatan, ke 31 perempuan ini tidak tidak diizinkan membuka dokemen mereka. Mereka baru tahu dokumen mereka itu, saat tiba di PT P3MI Mayak Sari,” ujar Iptu Bobby.

Pada selasa malam harinya, dua dari 31 orang ini berhasil melarikan diri. Mereka nekad meloncat dari lantai dua kantor itu, melewati pohon kelapa yang tumbuh tepat di samping kantor itu.

Mereka kemudian melompat pagar dan kabur menuju rumah seorang petugas polisi. Mereka kemudian dibawa ke Mapolresta Kupang Kota. Kepada

Polisi mereka mengakui bahwa identitas mereka telah dipalsukan. Atas informasi itu, pihak kepolisian kemudian menelusuri identitas mereka.
Pihak Polres Kupang Kota, kemudian bekerja sama dengan kepolisia di Lewa, Sumba Timur, untuk memastikan identitas kedua pelaku itu. Mereka lantas ke rumah dua orang itu, dan juga di sekolah, tempat kedua orang itu menimbah ilmu.

“Di sana memang ditemukan fakta, bahwa mereka belum genap berusia 21 tahun,” ujar Iptu Bobby.
Selanjutnya, polisi kemudian bergerak ke kantor P3MI Mayak Sari untuk mengamankan yang lainnya, setelah berkomunikasi dengan Lurah kelapa Lima. Polsis juga membawa pemilik P3MI, Resti bersama dua pegawainya untuk dimintai keterangan.
Iptu Bobby, mengatakan, karena masuk dalam wilayah hukum Sumba Timur, maka ke 31 orang ini, telah diserahakan ke Dirkrimum Polda NTT untuk diproses lebih lanjut. (mg-03/R-2)