Polres Kupang Kota Amankan Pasutri Penyebar Khilafah

berbagi di:
screenshot_2020-05-30-23-51-15-55
Kedua pasutri saat tiba di Polres Kupang Kota.  Foto: Ayub/VN
Ayub Ndun
Jajaran Polres Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur dibantu Brigade Meo berhasil mengamankan pasangan suami istri (Pasutri) yang diduga menyebarkan paham khilafah dalam organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
 
Pasangan suami isteri tersebut diamankan di kos-kosan Jalan Air Lobang 3, Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Sabtu (30/5).
Pantauan VN, penangkapan pasutri itu mengundang perhatian warga di sekitar kos-kosan tersebut. Setelah dibawa ke Polsek Maulafa, pasutri tersebut kemudian digiring ke Polres Kupang Kota.
Polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti berupa selebaran berisi khilafah dan satu buah laptop.
Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Tarung Binti kepada VN membenarkan pengamanan pasutri tersebut.
Ia menjelasakn anggotanya bersama-sama ormas Brigade Meo mengamankan kedua orang itu dan telah melakukan pemeriksaan intensif di ruangan intel untuk proses  penyelidikan lebih lanjut.
Ia meminta masyarakat tidak khawatir apalagi terprovokasi. Pihaknya akan bekerja profesional mengungkapkan kasus tersebut agar kota tetap aman.
“Saya harap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi,” ungkapnya.
Sementara Ketua Ormas  Brigade Meo Mercy Siubelan di Mapolres Kupang Kota mengatakan penggerebekan terhadap pasutri penganut organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilakukan usai mendapat informasi dari media dan video di berbagai sosial media.
Menurut Mercy, terduga penyebar selebaran tentang khilafa Suryadi Koda dan istrinya yang diamankan merupakan tokoh penting HTI di Kota Kupang.
 
Menurutnya, Suryadi pernah diamankan pihaknya terkait radikalisme namun kembali berulah.
“Dia (Suryadi) pernah kami amankan. Sudah bebas dan sekarang berulah lagi.
apalagi HTI adalah organisasi terlarang, mereka harus diproses hukum,” tegasnya. (bev/ol)