Polres Malaka Amankan Empat WNA

berbagi di:
img-20200325-wa0020

 

 

 

Wilfridus Wedi

Di tengah wabah virus Corona, Polres Malaka, Nusa Tengagta Timur  berhasil mengamankan empat warga negara asing yang berasal dari Timor Leste yang masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal.

Kendati Pemerintah Timor Leste sudah melakukan lockdown, mereka masih tetap nekat masuk melalui jalur tikus tanpa mengantongi dokumen secara resmi.

Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno kepada VN, Senin (24/3) mengatakan pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada warga negara Timor Leste yang masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal beberapa hari lalu.

“Kami dapat informasi dari masyarakat sekitar pukul 13.00 Wita petang. Pukul 15.00 sore, saya bersama beberapa anggota Polres dan Kapolsek Kobalima langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan sekitar pukul 16.30 Wita kami berhasil mengamankan keempat WNA tersebut pada lokasi yang berbeda.

Saat pemeriksaan, keempat WNA tersebut mengakui tujuan mereka masuk ke Indonesia hanya untuk mengunjungi keluarga.

“Jadi, pada hari Sabtu (21/3) malam sekitar pukul 01.00 dini hari mereka sudah meninggalkan Timor Leste (Suai) dengan melintasi jalur tikus dan menyebrangi sungai batas Motamasin dan sekitar pukul 02.00 dini hari mereka tiba di Kampung Haslot, Dusun Motamasin, Desa Alas Selatan,Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. WNA atas nama Paul De Sena (17) malam itu menginap dirumah Mateus De Sena,di Dusun Molasoan B, Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima. Sedangkan tiga WNA lainnya yaitu, Lorenzo De Andrada(21), Daniel Gusmao (20) dan Veronika Pereira (19) melanjutkan perjalanan menuju rumah Apolina Maya di Dusun Labarai, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah,”ungkap mantan Kabag Opsnal Ditresbarkoba Polda NTT tersebut.

Albert menuturkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, maka keempat WNA tersebut melakukan pemeriksaan kesehatan di RSPP Betun, setelah itu akan diminta keterangan lebih lanjut.

“Jadi, kita ambil langkah untuk tes kesehatannya dulu jangan sampai mereka sudah terpapar virus Corona. Usai dari rumah sakit untuk sementara mereka kita amankan di Mapolres dan hari ini kita akan lakukan koordinasi dengan pihak imigrasi kelas II Atambua untuk dideportasi sesuai dengan proses dan regulasi yang ada,” ungkapnya.

Pantauan VN di RSPP Betun, keempat WNA tersebut dikawal ketat beberapa anggota Polres Malaka.

“Mereka terlebih dahulu dideteksi melalui alat pengukur suhu badan yang sudah disediakan oleh rumah sakit di depan pintu gerbang. Dari hasil tes tersebut salah seorang WNA bernama,Lorenzo De Andrade (20)suhu tubuhnya 37 derajat celsius,dan kondisi tubuhnya panas SEmentara tiga lainnya kondisi suhu badannya normal yaitu 36,7 derajat celsius.

Mateus De Sena membenarkan tujuan mereka datang ke Indonesia untuk mengunjungi keluarga.

“Tapi, untuk Paul De Sena, dia datang jenguk neneknya yang sedang sakit dan nginap dirumah saya selama kurang lebih tiga hari. Sementara mereka tiga orang saya tidak tahu,”tuturnya.

Kasus ini membuat pintu keluar masuk wilayah perbatasan RI-RDTL perlu dikontrol secara baik. Sementara, di PLBN Motamasin pemerintah sudah menyiapkan alat thermo scanner untuk mengukur suhu badan terutama para pelintas batas baik dari Indonesia maupun dari Timor Leste.

“Oleh karena itu beberapa hari lalu kami Kapolres yang bertugas di wilayah perbatasan RI-RDTL diundang oleh Pemerintah Provinsi NTT untuk melakukan pengawasan jalur keluar masuk secara ketat. Namun, yang menjadi kekhawatiran kami adalah jalur ilegal atau jalan tikus, maka hal tersebut perlu diperhatikan secara bersama,” katanya.

Ia berharap agar semua komponen masyarakat secara khusus yang ada di wilayah PLBN Motamasin untuk tidak menutup informasi kepada aparat karena semuanya untuk kepentingan bersama.

“Apabila melihat warga dari tetangga kita yang masuk ke Indonesia tanpa memiliki dokumen atau masuk secara ilegal informasikan saja. Tentu kita akan melakukan treatment secara baik seperti pemeriksaan kesehatan dan lain-lain yang sifatnya humanis,” ujarnya. (bev/ol)