Popda bakal Digelar tanpa Penonton

berbagi di:
img-20210325-wa0042

 

Atlet atletik Sekolah Keberbakatan Olahraga NTT berlatih di Stadion Oepoi Kupang, Kamis (25/3) sore.

 

 

 

Paskal Seran

 

 
PEKAN Olahraga Daerah (Popda) NTT yang sesuai rencana digelar pada 12 hingga 16 Juni mendatang bakal tanpa penonton. Hal ini dilakukan untuk menghindari para atlet dari covid 19.

Informasi ini disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Dinas Kepemudaaan dan Olahraga (Dispora) NTT Alo Min kepada VN, Kamis (25/3) sore.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah menggelar rapat perdana untuk menggelar event Popda ini bersama para pengurus provinsi berbagai cabang olehraga yang akan berlaga di Popda.
“Kita sudah menggelar rapat perdana bersama para pengurus provinsi cabang olahraga kempo, tinjut, atletik, pencak silat, taekwondo, katare, tarung derajat, dan sepak takraw dan sudah ada kesepakatan awal mengenai Popda ini,” jelasnya.

Menurutnya, event Popda ini merupakan event tahunan. “Tahun lalu tidak bisa digelar karena covid yang belum mereda. Tahun ini kita rencanakan juga karena ada Popnas. Jadi sebelum Popnas harus ada Popda. Sesuai rencana akan digelkar pada 12 Juni hingga 16 Juni mendatang di Palembang dan Bangka Belitung. Ini juga masih tentatif karena masih dipertimbangkan covid 19 di NTT,” jelasnya.

Untuk itu, kata Alo, pihaknya juga tidak mengharapkan banyaknya penonton pada event Popda itu. “Jadi kita akan menggelar event itu dengan protokol kesehatan yang ketat. Setiap atlet, pelatih, dan ofisial harus diswab. Demikian pun saat sebelum masuk arena harus dirapid. Intinya, meskipun tidak ada penonton, tetapi ada atlet NTT yang keluar untuk berlaga di Popnas nanti,” tegasnya.

Informasi itu, menurutnya, sudah disampaikan kepada semua kabupaten/kota yang ada di NTT.
Saat ini, kata dia, pihaknya sedang menunggu penyusunan petunjuk teknis dari semua pengporov untuk disampaikan ke Kabupaten/Kota.

“Dalam rapat itu kita sudah bicarakan agar teman-teman di pengprov menyiapkan juknis. Tentu juknis ini acuannya juga pada nompor-nomor pertandingan di Popnas, mudah-m-masudahan besok sudah selesai disusun oleh pengprov untuk jkita rangkumkan dan dikirim ke kabupaten masing masing,” tandasnya.

Dia berharap dukungan dari semua pihak, termasuk pers agarn bisa terlaksananya event itu. “Selain kita berharap agar covid ini cepat berlalu, kami juga mengharapkan dukungan dari semua pihak dan teman-teman pers. karena yang diharapkan olahraga ini membawa dampak kebugaran tubuh dan masyarakat bisa berolahraga untuk mewujudkan NTT bangkit dan NTT sejahtera. Kami mau agar dengan berolahraga hadir manusia-manusia sehat di NTT,” tegasnya lagi.

Terpisah, Plt Kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) NTT Hironimus Pati mengungkapkan para siswanya siap berlaga di Popda mendtang. “Sampai saat ini para siswa siap untuk berlaga di Popda. Mereka selain sekolah sedang mempersiapkan diri untuk event Popda itu,” ujarnya.

Menurutnya, para atlet di SKO itu akan berlaga mewakili daerahnya masing-masing. “Jadi kita hanya siapkan mereka. Tetapi mereka akan berlaga mewakili daerahnya masing-masing,” tegasnya.

Pelatih atletik SKO NTT Frans Ferdinas Ngaddha kepada VN di Stadion Oepoi Kupang mengungkapkan, saat ini ada 31 atlet lari yang siap mewakili daerahnya di Popda. “Ada 31 atlet yang sedang berlatih untuk mewakili daerahnya di Popda mendatang. Kami berharap agar mereka bisa lolos dan mewakili NTT di Popnas mendatang,” tegasnya.

Menurutnya, target dari para atlet lari yang silatihnya, selain memperoleh medali di Popda dan Popnas, para atlet itu juga bisa mengharumkan nama NTT di Kejurnas mendatang. “Popda ini kami targetkan sebagai ajang untuk menuju kejurnas dan Popnas mendatang. Kami bisa bersaing,” tandasnya. (Yan/ol)