PPDB Online di SMP 2 dan SMP 3 Lancar

berbagi di:
img-20200618-wa0051

 

 

 

 

Sinta Tapobali

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang dilaksanakan 20 SMP Tahun Ajaran 2020/2021 berjalan lancar. PPDB Online berlangsung 22-25 Juni 2020.

Plt. Kepala Sekolah SMP 2 Kupang, Daniel Bunga kepada VN, Jumat (26/6) pendaftaran dan proses verifikasi berkas yang dilakukan berjalan lancar.

Dalam tiga hari, kuota siswa baru sebanyak 352 peserta telah terpenuhi. Peserta akan dibagi dalam 11 rombongan belajar, setiap rombel terdapat 32 siswa.

Ia menambahkan terkait mekanisme pembelajaran di tahun ajaran baru, pihak sekolah masih menunggu petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Kota Kupang.

Sementara Wakil Kepala Sekolah SMP 3 Kupang, Yospri Lodoh mengatakan proses PPDB online di SMP 3 Kupang juga berjalan cukup lancar.

Namun, ia mengakui ada satu kendala saat PPDB online dimana sekitar 80 siswa yang telah terdaftar dan setelah diverifikasi ternyata pendaftar salah menginput data di sistem.

Meski demikian masalah tersebut bisa diselesaikan operator sekolah.

“Ada kendalanya seperti sekitar 80-an orang tua yang salah input data misalnya harusnya menginput akte kelahiran malah yang diinput kartu keluarga. Saat pihak operator melakukan verifikasi, operator langsung menghubungi orang tua yang bersangkutan untuk memperbaiki inputan data yang salah tersebut. Jika orang tua mengalami kendala orang tua dipersilakan untuk datang ke sekolah dan melakukan perbaikan data secara langsung,” jelasnya.

Menurutnya, di hari pertama PPDB masih banyak orangtua yang melakukan kesalahan input data sehingga mereka harus datang ke sekolah untuk melakukan verifikasi langsung. Tetapi pada hari ke-2 hingga hari terakhir sudah sangat berkurang.

Yospri mengatakan selain PPDB online pihak sekolah juga membuka PPDB secara offline. Kuota SMP 3 mendapatkan jatah 352 siswa dengan 11 rombongan belajar. Namun yang terdata dan melakukan pendaftaran secara online hingga hari terakhir hanya 310 orang sehingga untuk kuota 42 tersisa akan diterima melalui PPDB offline yang akan dilakukan 26-27 Juni 2020.

Terkait mekanisme PPDB offline, ia mengatakan pihak sekolah akan mengatur supaya tidak terjadi kerumunan.

Ia menambahkan pada PPDB online tahun 2020 ini, sistem yang digunakan sudah semakin baik dan orangtua juga sudah semakin paham sehingga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana orang tua harus memilih sekolah-sekolah favorit sesuai keinginan mereka.

Dalam sistem kali ini siswa yang mendaftar dalam satu sekolah haruslah siswa yang benar-benar berada di jalur zonasi sekolah tersebut. Jika siswa dari luar zonasi, maka sistem akan menolak secara otomatis. (bev/ol)