PPK Wetim Diduga ‘Main’ Suara Untuk Caleg PKB

berbagi di:
Ketua Bawaslu SBD, Niko Kaleka

Ketua Bawaslu SBD, Niko Kaleka

 

Frengky Keban

Panitia Pemilihan Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur diduga kuat terlibat dalam upaya pergeseran suara untuk memenangkan caleg DPR RI PKB, Soleman Lende Dapa Kaka (SLD) di wilayah tersebut. Suara SLD yang sebelumnya hanya 4000 -an suara melonjak hingga 7000-an suara saat pleno rekapitulasi Kabupaten SBD beberapa waktu lalu.

Kepada VN, Kamis (16/5), Komisioner KPUD SBD Dicky Dali membenarkan hal tersebut. Menurutnya, setelah melakukan klarifikasi bersama Ketua PPK di kantor KPUD, Rabu kemarin maka ketua PPK sudah mengakui dugaan pergeseran suara tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan pergeseran suara ini juga dilakukan dengan mengambil suara partai lain.

“Dari caleg DPR RI PKB menurut ketua PPK sendiri. Perkiraan pergeseran itu dari 4.475 ke 7.000 an sekian. Iya diangkat saat pleno tingkat kabupaten kemarin,” katanya.

Ia  mengatakan saat pleno tersebut pihak sudah mengupayakan adanya pembacaan DA1 Plano. Saat dibuka, ternyata tidak ditemukan hasil rekapan suara dalam bentuk tulisan, sehingga pihaknya meminta dibacakan DA1 Plano disesuaikan dengan data C1 yang dibacakan di tingkat kecamatan.

“Dari sisi aturan, jika DA1 Plano tidak diisi maka itu pelanggaran. Harus diisi, tidak bisa tidak. Memang ada perbedaan angka di sana dan ini akan kami pelajari dengan tim pemeriksa untuk bisa menentukan sanksinya seperti apa nanti,” katanya.

Sementara itu Ketua Bawaslu SBD, Niko Kaleka mengaku sudah mengundang Ketua PPK bersama anggotanya untuk melakukan klarifikasi terkait masalah ini bersama tim Gakumdu.

“Dugaan pelanggarannya itu DA1 Plano tidak diisi, tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu untuk membuka DAA1 untuk dilakukan perbaikan dan dugaan penggelembungan suara. Ada upaya untuk menguntungkan caleg tertentu. Baru dugaan jadi untuk hasilnya iya tergantung klarifikasi sebentar,” tegasnya. (bev/ol)