PPKM dengan Kelonggaran, Pengawasan Jangan Renggang

berbagi di:
img-20210305-wa0028

Suasana rumah makan di Kota Kupang saat PPKM baru dikeluarkan Wali Kota Kupang.

 

 

 

Putra Bali Mula

 

 
ADI Talli, Anggota DPRD Kota Kupang Fraksi PDIP, ingin penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kembali ditetapkan Pemerintah Kota Kupang tetap tegas dalam pengawasan.

Hal tersebut disampaikannya saat dihubungi VN pada Jumat (5/3) melalui pesan WhatsApp. PPKM edisi Maret 2021 ini menurutnya mengatur aktivitas masyarakat dengan mempertimbangkan ekonomi. Untuk itu pengawasan perlu ditegakkan meskipun terdapat beberapa kelonggaran pada tetapan PPKM yang baru ini.

Adi menyebut tentunya keputusan berupa surat edaran untuk PPKM ini telah melewati kajian dan evaluasi yang serius dengan memperhatikan data perkembangan penyebaran virus corona ini.

“Dan juga memperhatikan aktivitas kehidupan dan perekonomian masyarakat secara menyeluruh. Untuk itu tentunya dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara tegas dan adil,” ujarnya.

Penerapan dan penegakan keputusan ini, lanjutnya, harus dilakukan secara menyeluruh bagi semua komponen masyarakat tanpa pandang bulu.

“Bukan karena adanya pelonggaran sehingga menjadi alasan tidak melaksanakannya secara tegas,” ujarnya.

Pada intinya, ungkap Adi, masyarakat tetap bisa beraktifitas, perekonomian tetap berjalan dan bertumbuh tapi tetap semangat dan tekad kuat untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini harus menjadi yang terdepan.

Dalam ketentuan Surat Edaran Wali Kota Kupang, kegiatan restoran, rumah makan, warung makan, kafe dan sejenisnya diperbolehkan melayani makan atau minum di tempat dengan kapasitas maksimal 50 persen konsumen.

Jumlah konsumen ini berlaku sejak dibuka sampai dengan pukul 21.00 Wita, dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. Kemudian setelah pukul 21.00 Wita dibatasi hanya untuk melayani layanan makan atau minum melalui pesan-antar atau dibawa pulang (take away).

Pembatasan jam operasional untuk semua jenis usaha sampai dengan pukul 21.00 Wita khusus melayani kebutuhan pokok pasien pada kompleks rumah sakit tetap dibuka sesuai jam operasional dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Selain itu dilakukan pembatsan jam operasional pasar tradisional untuk transaksi transaksi jual-beli dimulai pukul 05.00 hingga 10.00 Wita dilanjutkan pada pukul 16.00 sampai 19.00 Wita dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Sebelumnya, pada PPKM yang keluarkan bulan Januari, restoran makan minum di tempat sebesar 25 persen dan untuk layanan makanan melalui pesan – antar atau dibawa pulang tetap diijinkan sesuai dengan jam operasional restoran.

Selain itu, pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan, mall, toko, toko moderen sampai dengan pukul 19.00 Wita. Sementara pasar tradisional dilakukan pembatasan jam operasional pada PUKUL 05.00 hingga 10.00 Wita dan dilanjutkan pada pukul 16.00 sampai 19.00 Wita. (Yan/ol)