Presiden Minta Efektivitas Dana Desa Dijaga

berbagi di:
jokowi-oke

 

 

Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memperhatikan efektivitas dana desa untuk kesejahteraan warga di perdesaan.

“Tadi dibahas soal dana desa. Beliau (Presiden) menanyakan dana desa sampai saat ini efektif atau tidak,” kata Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo seusai menghadap Jokowi di Istana Kepresidenan, kemarin.

Menteri Desa menjelaskan kepada Jokowi bahwa penyaluran dana desa berlangsung efektif dan masyarakat desa pun bisa belajar cepat untuk mengelolanya.

“Pada 2015 penyerapan dana desa baru mencapai 82% di level desa. Kemudian naik signifikan menjadi 97% pada 2016. Artinya, masyarakat desa secara administrasi sudah mampu mengelola dana desa,” ujar Eko.

Eko juga memaparkan penyaluran dana untuk setiap desa pun meningkat. Tahun lalu sebesar Rp600 juta, kini menjadi Rp800 juta per desa. Dana tersebut digunakan antara lain untuk membangun jalan, gedung untuk program pendidikan anak usia dini, dan sarana air bersih.

“Sarana tersebut memang kecil-kecil, tetapi ada di 74.910 desa. Kalau ditotal, seluruh desa telah membangun jalan sepanjang 66 ribu kilometer dan 38 ribu unit penahan longsor,” ungkap Eko.

Pada pertemuan itu, lanjut Eko, Jokowi mengingatkan juga perlunya antisipasi agar penyaluran dana desa tidak sia-sia. “Presiden minta diadakan survei untuk mengevaluasi efektivitas dana desa.”

Di Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis, Jabar, Badan Usaha Milik Desa (BUM-Des) Citra telah menyalurkan dana desa kepada empat kelompok tani untuk membeli bibit. “Setiap kelompok menerima Rp5,2 juta untuk penggarapan lahan seluas 10 hektare. BUM-Des juga telah memberikan modal usaha bagi beberapa pedagang sebesar Rp13 juta,” ungkap Ketua BUM-Des Citra, Handi.

Handi mengakui pemberian modal usaha bagi kelompok tani dan pedagang dapat meningkatkan aktivitas perekonomian warga. “Pemberian modal dilakukan merata dan terbuka agar manfaatnya juga dirasakan seluruh warga masyarakat.”

 

 

Sumber: Media Indonesia