Proses Hukum Sonbay Cs Dinilai Tendensius

berbagi di:

 

Gusty Amsikan

 

Keluarga Willybrodus Sonbay yakin penetapan Willybrodus sebagai tersangka oleh Kejari TTU sejak awal sangat keliru dan diskriminatif. Pasalnya, dari tujuh kasus yang sama, pihak Kejari TTU hanya fokus pada tiga kasus termasuk kasus yang melibatkan Willybrodus dengan alasan nilai kerugian negara dalam ketiga kasus tersebut lebih besar. Padahal, realisasi fisik empat paket lain yang tidak masuk dalam daftar lidik Kejari TTU sangat buruk dan amburadul.

Hal tersebut disampaikan keluarga Willybrodus Sonbay, Hendrikus Tus, kepada VN, Senin (8/5).

Hendrikus mengatakan, pihak keluarga telah menelusuri proses hukum kasus yang melibatkan Willybrodus Sonbay.

Hal itu jelas menunjukkan bahwa penyidik Kejari TTU sangat diskriminatif dan tidak adil dalam proses hukum kasus tersebut.

Selain itu, pihaknya pun merasa aneh dengan adanya perhitungan kerugian negara oleh Politeknik Negeri Kupang. Padahal, sesuai aturan yang berhak menetapkan kerugian negara adalah BPK sebagai badan auditor tertinggi negara. Penyidik Kejari TTU pun tidak pernah transparan terkait jumlah kerugian negara berdasarkan hasil perhitungan pihak Politeknik Negeri Kupang.

Kondisi itu mendorong pihak keluarga bersama tim kuasa hukum Willybrodus mengambil upaya hukum lain dengan mengajukan gugatan praperadilan. Gugatan tersebut akhirnya dikabulkan oleh majelis hakim dan pihak Kejari TTU diperintahkan untuk segera membebaskan Willybrodus selambat-lambatnya dalam waktu 1 x 24 jam. Sayangnya, pihak Kejari TTU malah berupaya menghambat eksekusi putusan praperadilan tersebut.

“Kami sudah telusuri proses hukum ini. Persoalan tujuh orang yang sama, tapi hanya tiga yang diangkat oleh kejaksaan. Mereka beralasan tiga kasus ini menimbulkan kerugian negara yang besar. Dari awal kejaksaan nampak sangat berambisi untuk menjebloskan para tersangka termasuk Willybrodus ke penjara. Hal ini terlihat dari sikap kejaksaan yang hingga saat ini berupaya menghindar dari proses eksekusi putusan praperdilan. Sikap kejaksaan sungguh sangat disayangkan,” ujarnya.

Kakak kandung Willybrodus, Carlos Sonbay mengatakan Kejari TTU seharusnya menghormati putusan hukum Pengadilan Negeri TTU yang mengabulkan gugatan praperadilan Willybrodus dengan segera mengeksekusi putusan tersebut. Sayangnya, hingga kini pihak kejaksaan sama sekali tidak memiliki etikat baik untuk mengeksekusi putusan tersebut. Padahal pihak keluarga bersama kuasa hukum telah berulang kali mendesak bahkan nyaris bertindak anarkis lantaran kecewa dengan sikap pihak kejaksaan.

Kejari TTU seharusnya menjalankan perintah hukum dengan terlebih dahulu membebaskan Willybrodus. Jika di kemudian hari penyidik Kejari TTU menemukan alat bukti baru, maka mereka berhak untuk kembali menahan dan memproses hukum Willybrodus. Pihak keluarga tidak akan menghalangi langkah hukum yang diambil Kejari TTU di kemudian hari jika ada bukti baru.

“Bebaskan dulu saudara kami sesuai perintah pengadilan. Sebagai penegak hukum, Kejari TTU seharusnya menghormati putusan hukum yang ada. Jika nanti mereka temukan alat bukti baru, maka mereka berhak untuk kembali menahan dan memproses hukum saudara kami. Sekarang kejari harus segera mengeksekusi putusan praperadilan yang memerintahkan agar membebaskan saudara kami,” pungkasnya.