Proses Pengiriman Ternak Antarpulau Diperketat

berbagi di:
foto-hal-01-cover-240919-headshoot-dany-suhadi

Dani Suhadi

 
Rafael L. Pura

Proses pengiriman ternak dari Provinsi NTT tahun ini akan melalui seleksi yang lebih ketat, sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 78 Tahun 2019 untuk memastikan keberlangsungan populasi ternak di NTT dan keuntungan pengiriman ternak benar-benar masuk kantong peternak lokal NTT.

Demikian intisari penegasan Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Dani Suhadi, Sekretaris Dinas Peternakan Frans Samon, dan Kepala Bidang Agribisnis dan Kelembagaan Tai Renggi secara terpisah kepada
VN, Kamis (12/3).

Menurut Frans Samon selektif dilakukan mulai dari proses pemasukan, pengeluaran dan peredaran hewan ternak di wilayah NTT. “Peternak harus menyisahkan 10 persen dari total hewan ternak yang mau dikirim. Artinya, jika mau mengirim 100 ekor sapi, maka harus dipastikan menyisahakan 10 ekor betina di dalam peternakannya,” ungkapnya.

Bahkan, para peternak diwajibkan memiliki luas lahan minimal 50 hektar. Ini penting, agar para petani bisa mendapatkan keuantungan sebesar-besarnya.

 

Kuota 61.800 Ekor
Terkait kuota, Kadis Dani Suhadi menegaskan bahwa kuota ternak yang diantarpulaukan ke luar NTT tahun ini, berjumlah 61.800 ekor, dengan kuota terbanyak adalah ternak sapi (54.000 ekor, kerbau 3.400 ekor dan kuda 4.400 ekor).

“Dari jumlah ini, sebagian besar berasal dari daratan Timor, disusul Sumba dan Flores. Ternak ini nantinya akan dikirim ke ke Pulau Jawa (Bekasi-Tanggerang), Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Toraja, Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Menurutnya, penetapan kuota ternak itu sudah melewati berbagai pertimbangan, termasuk populasi ternak. “Sudah ditetapkan Gubernur, dan sudah sesuai pertimbangan, juga menjaga populasi ternak di daerah ini,” katanya.

Kabid Agribisnis dan Kelembagaan, Tai Renggi menambahkan, untuk ternak sapi sumbangan paling banyak dari Daratan Timor, yakni Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Utara (TTU), masing-masing 15.000 ekor. Sedangkan ternak kerbau paling banyak dari daerah Manggarai sebanyak 900 ekor, sementara kuda penyumbang terbanyak dari Sumba Timur sebanyak 2.500 ekor. (mg-03/C-1)