PSBB Ketat Jawa-Bali Berdampak bagi Ekonomi NTT

berbagi di:
img-20210106-wa0016

Isyak Nuka
Kadis Perhubungan Provinsi NTT

 

 
Putra Bali Mula

 

 

PEMERINTAH memutuskan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat di daerah Jawa dan Bali. Hal tersebut akan berdampak bagi perekonomian NTT. Sebab pergerakan orang dan barang masih tergantung pada Jawa.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, kepada VN memastikan jalur penyeberangan di NTT masih sesuai protokol kesehatan yang berlaku selama ini. Namun PSBB yang hanya diberlakukan di Jawa Bali ini tentunya punya pengaruhnya terhadap daerah lain termasuk NTT.

“Hal ini dikarenakan kita masih banyak bergantung ke Jawa Bali. Kalau Jawa Bali PSBB, maka tidak akan ada pergerakan orang dan barang yang masuk ke NTT,” kata dia.

Selain itu, penyaluran logistik berupa barang-barang kebutuhan pokok akan terhambat walaupun jalur transportasi NTT sendiri berjalan seperti sebelumnya.

“Ekonomi kita pasti terganggu. Kita di NTT tidak perlu melakukan PSBB karena kita wilayah kepulauan yang hubungan satu sama lain sangat membutuhkan alat-alat transportasi, baik di darat, laut dan udara,” lanjutnya dalam pesan WhatsApp sore itu.

Untuk jalur keluar masuk NTT, sambung Isyak, tentu akan dilihat sesuai urgensinya, moda transportasi mana-mana saja yang memang harus benar-benar diijinkan dan mana yang masih bisa dilakukan secara online.

“Untuk itu himbauan kami kepada seluruh operator transportasi terhadap berita PSBB ini agar tetap tenang dan bekerja seperti biasa sampai ada informasi lebih lanjut,” tukasnya. (Yan/ol)