PSN Ngada Hanya Mampu Menang Pinalti

berbagi di:
Kapten Persami (kanan) memberikan cinderamta kepada kapten PSN Ngada Yoris Nono disaksikan wasit Anton Rismia dan dua asisten yaitu Saleh Wongso dan Ferdi Budiman sebelum kick off semalam.

Son Atabara

 
Menguasai jalannya pertandingan hampir sepanjang 90 menit, juara tujuh kali El Tari Memorial Cup (ETMC) PSN Ngada hanya mampu menang 1-0 atas juara bertahan ETMC 2015 Persami Sikka di Stadion Marilonga, Minggu (23/7) malam dalam laga lanjutan Turnamen ETMC Liga 3 Tahun 2017.
Ironisnya, gol tunggal yang terjadi di menit ke-85 tersebut, dihasilkan lewat eksekusi tendangan penalti yang dilakukan kapten tim PSN Yoris Nono. Wasit Antoni Rismiadji menganggap salah seorang pemain belakang Persami menjatuhkan Yoris Nono di kotak penalti.
Bentrok dua tim yang berlangsung pukul 19.00 Wita itu ditonton puluhan orang yang memadati Stadion Marilonga. Kurang lebih 500-an Persamimania, suporter Persami Maumere yang penuh atraktif, juga hadir dengan pakaian khas berwarna hijau. Mereka tidak henti-hentinya bernyanyi sepanjang 90 menit. Suporter PSN Ngada sekitar 2.000-an orang menambah semarak pertarungan bergengsi ini.

Tampil Menekan
PSN Ngada yang turun dengan kostum oranye hitam, tampil menekan sejak pluit kick off dibunyikan. Bermain dengan karakter bola-bola panjang, Yoris Nono dan kawan-kawan langsung mencecar pertahanan lawan. Mereka mengandalkan speed dan sprint, dan berhasil unggul atas anak-anak Persami Maumere.

Elson Rodja, kapten Persami yang biasa berperan sebagai pengatur serangan, sama sekali tidak bisa berbuat banyak. Pemain kelahiran Ngada ini dijepit dua pemain lawan. Praktis lapangan tengah menjadi milik runner-up Linus Tahun 2016 lalu.

Sejak menit-menit awal, PSN Ngada sudah mengepung daerah pertahanan Persami Maumere yang dikoordinir Rizal Setiawan. Serangan bergelombang dari dua sayap sering merepotkan barisan pertahanan Persami Maumere.

Persami masih bersyukur memiliki penjaga gawang Isal Qorni. Lajang berusia 22 tahun itu tampil sangat cemerlang. Berkali-kali dia berhasil menggagalkan tendangan Yoris Nono, Rikardus Gimba, Hilarius Nio, maupun Anselmus Dewa. Andai saja bukan Isal Qorni yang berdiri di bawah mistar Persami Maumere, skuad yang ditukangi Fredy MBW itu sudah kebanjiran gol.

Persami sendiri sebenarnya tampil tidak terlalu buruk. Meski ditekan sepanjang pertandingan, tim Hijau-Hijau ini cukup tangguh di barisan pertahanan. Mereka sangat kerja keras menghalau semua serangan lawan. Hanya saja, Persami Maumere lengah di lapangan tengah setelah jenderal lapangan tengah mereka ditempel ketat. Akibatnya, striker Persami Maumere Joko Prehaten, jarang sekali mendapat suplai bola dari lapangan tengah maupun dari dua sayap.

Aksi solo run salah seorang penyerang PSN Ngada yang menusuk dari jantung kanan pertahanan Laskar Nian Tana menit ke-85, dihentikan oleh libero Persami sehingga membuat wasit akhirnya menunjuk titik putih.

Yoris Nono yang juga top skorer PSN Ngada pada ETMC Sikka 2015 lalu, sukses menggetarkan gawang Persami. Dikejutkan dengan gol pinalti tersebut, juara bertahan mulai mencoba menyerang terbuka. Tekanan silih berganti di antara kedua tim membuat publik sepakbola bersorak histeris.

Kedua tim menyajikan permainan cukup keras sejak babak pertama. Wasit mengeluarkan lima kartu kuning untuk kedua tim. Hingga peluit panjang dibunyikan kedudukan tetap tidak berubah, PSN Ngada unggul 1-0 atas Persami. Kemenanga PSN itu tercatat sebagai tim pertama yang memenangkan pertandingan di ETMC 2017. Sebelumnya ketiga tim yang sudah bertanding berakir imbang.

Tetap Bangga
Pertemuan dua tim ini disaksikan langsung Bupati Ngada Marianus Sae dan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera. Hadir juga Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar dan Ketua DPRD Sikka Rafael Raga.

Usai pertandingan, Bupati Sikka Yos Ansar Rera kepada VN usai pertandingan mengakui keunggulan PSN Ngada. Namun, ia mengaku semuanya belum kiamat.

“Meski begitu, bagi kami kekalahan ini bukan akhir dari perjuangan anak-anak nian tana di turnamen ini. Anak-anak sudah bermain baik, mereka sudah menampilkan daya juang yang tinggi di tengah tekanan suporter PSN yang banyak. Saya bangga akan perjuangam anak-anak Persami. Mereka berjuang dan menunjukan jadi diri sebagai tim juara. Kami masih punya sisa pertandingan dan kami yakin akan lolos ke babak selanjutnya,” ungkapnya.

Pelatih Persami Maumere Fredy MBW menegaskan bahwa kekalahan timnya diperoleh dengan cukup terhormat mengingat kekalahan diraih dari titik penalti. Ia juga menganggap keputusan wasit sangat kontroversial. Ia menilai mestinya tidak perlu diberikan hukuman karena tidak terjadi pelanggaran yang berdampak pada tendangan pinalti.

Namun demikian, ia tetap menghormati keputusan wasit. “Kami masih punya peluang di dua pertandingan sisa. Anak-anak sudah siap memberikan seluruh kemampuan terbaiknya di dua partai sisa,” pungkasnya.

Duet pelatih PSN Ngada Nong Sebo dan Kletus Gabhe tetap meminta anak asuhnya untuk tetap fokus. Bagi PSN, melawan Persami adalah sebuah pertandingan final yang tentunya harus dimenangkan dengan cara-cara yang sportif. Kletus mengatakan bahwa timnya ibarat naik tangga maka akan ditapaki demi setapak agar bisa meraih posisi puncak.

Datang dengan komposisi 70 persen pemain yang pernah tampil di Liga Nusantara (Linus) 2016, Kletus mengatakan bahwa tim PSN Ngada secara umum telah siap secara fisik dan mental menghadapi Persami Maumere. Para pemain ujar Kletus telah dipersiapkan secara matang melalui training center di Bajawa dan ketika akan turun di ETMC merekapun telah siap.

Untuk diketahui, dalam sejarah ETMC, PSN Ngada belum pernah juara di tanah Flores. PSN Ngada hanya bisa menjadi juara ketika turnamen ini digelari di Timor. (mg-14/H-2)