PTS INF Siap Hadir di Nagekeo dengan Tiga Prodi

berbagi di:
img-20210113-wa0009

 

 

 

Bernard Sapu

 

 
PERGURUAN Tinggi Swasta (PTS) akan hadir di wilayah Kabupaten Nagekeo. PTS tersebut adalah Institut Nasional Flores (INF) yang saat ini bernaung di bawah Yayasan Flores Mentari (YFM).

Demikian disampaikan Ketua Yayasan, Bensius Pao dalam acara jumpa pers bersama awak media di kediamannya, di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Turut hadir dalam acara jumpa pers tersebut para Pembina Yayasan Valentinus Ngara, Yosef Fernandez Amekae, Kristoforus Meo, Rabu (13/1).

Bensius Pao menjelaskan, setelah mengantongi Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Institut Nasional Flores (INF) siap hadir di wilayah Kabupaten Nagekeo serta mulai menerima mahasiswa baru.

Lembaga yang bernaung dibawah Yayasan Flores Mentari (YFM), lanjut Bensius Pao, telah mengantongi SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor: 1074/M/2020 tanggal 08 Desember 2020.

“Dasar Surat Keputusan Mendikbud itulah PT Swasta INF akan menyelenggarakan tiga (3) program studi yakni, Ilmu Perikanan Program Sarjana, Ilmu Pertanian Program Sarjana dan Peternakan Program Sarjana,”ungkapnya.

Bensius Pao menyampaikan, penyerahan SK secara resmi dilakukan bersamaan dengan kegiatan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VIII yaitu LL Dikti Award Tahun 2020. Kegiatan ini diikuti oleh perguruan tinggi di lingkup LL Dikti Wilayah VIII yang meliputi Bali, NTB, dan NTT yang berlangsung di Aula Bima Kantor LL Dikti Wilayah VIII pada hari Kamis 17 Desember 2020 kemarin.

Bensius Pao mengatakan, proses penyerahan SK tersebut dilakukan langsung oleh Kepala LL Dikti Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M. Si kepada Ketua Yayasan Flores Mentari, Bensius Pao, disaksikan oleh Pembina Yayasan Flores Mentari, Melchior Tibo dan Kristoforus Meo.

Bensius Pao menyampaikan, penting hadirnya sebuah lembaga pendidikan di Kabupaten Nagekeo yang diarahkan pada Teknologi Rekayasa Pangan.

Konteks sistem penting hadirnya lembaga ini, kata dia juga atas kepedulian terhadap kerawanan pangan yang dihadapi oleh masyarakat NTT umumnya. Sebagai bagian dari komitmet pendiri dan sesuai dengan standar pengusulan pendirian perguruan tinggi, para pendiri mempersiapkan seluruh dokumen yang terdiri dari tiga aspek yaitu ; 1) Aspek Hukum berupa legalitas Yayasan Flores Mentari berupa Akta Pendirian Yayasan Nomor 70 tanggal 10 November 2017 dengan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM Nomor AHU-0016787.AH.01.04. Tahun 2017 tanggal 10 November 2017 dan kepemilikan lahan sebesar 19.130 M2 berlokasi di Desa Aeramo yang dihibahkan oleh Bapak Melchior Tibo kepada Yayasan Flores Mentari, 2) Aspek keuangan, 3) Aspek umum berupa 5 orang calon dosen (S2) Institut Nasional Flores yang memiliki kompetensi dan kualifikasi sesuai bidang studi yang dibuka.

Pada kesempatan yang sama Pembina Yayasan, Yosef Fernandez Amekae, menyampaikan, kehadiran Perguruan Tinggi sewasta INF di wilayah Kabupaten Nagekeo bukan untuk persaingan dengan Perguruan Tinggi swasta (PTS) maupun Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya yang ada di Nagekeo ini. Namun kehadiran PTS INF di wilayah Nagekeo diyakini bisa membuat iklim pendidikan menjadi lebih dinamis.

“Pada dasarnya kami dari pihak Institut Nasional Flores (INF) yang saat ini bernaung dibawah Yayasan Flores Mentari (YFM) menghadirkan PTS INF di Nagekeo gunanya menjadi salah satu instrumen untuk memajukan masyarakat daerah. Sama sekali tidak bertujuan untuk bersaing dengan PTS maupun PTN yang sudah ada di wilayah Kabupaten Nagekeo. Justru dengan hadirnya PTS INF nantinya bisa saling mendukung untuk membuat iklim pendidikan di Nagekeo menjadi lebih dinamis dan menjadi bersemangat untuk maju bersama demi daerah Nagekeo ini,”katanya. (Yan/ol)