Pulang Kampung, Kristiana Muki Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

berbagi di:
img-20191129-wa0036

 

 

 

Gusty Amsikan

Anggota DPR RI Kristiana Muki, mensosialisasikan empat pilar kebangsaan untuk pertama kalinya sejak dilantik 1 Oktober 2019 lalu. Legislator Partai NasDem itu menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Desa Fatumuti, Kecamatan Noemuti. Tujuan sosialisasi tersebut adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat di akar rumput terkait pentingnya empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pantauan VN, Jumat (29/11) di lapangan, Kristiana Muki didampingi anggota DPRD NTT dari Partai NasDem Dolvi Kolo, dandan angg DPRD TTU dari Partai NasDem Arnold Rusae memberikan sosialisasi terkait empat pilar kebangsaan kepada sekitar 150 orang warga bersama pihak pemerintah desa di wilayah Kecamatan Noemuti. Turut hadir dalam sosialisasi tersebut Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes.

img-20191129-wa0037

Kristiana mengatakan pertemuan sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap anggota DPR/MPR-RI. Pasalnya, empat pilar kebangsaan penting dipahami dan ditanamkan pada generasi bangsa Indonesia. Karena, banyak kepentingan bangsa lain terhadap indonesia di era globalisasi yang dapat melunturkan pemahaman kebangsaan kita. Untuk itu, empat pilar kebangsaan harus dimaknai sebagai alat untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurutnya, beberapa poin penting yang terdapat dalam empat pilar kebangsaan tersebut mencakup Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Poin-poin pilar kebangsaan itu digali dari akar masyarakat Indonesia, sehingga menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Dewasa ini, pemahaman masyarakat terkait empat pilar kebangsaan tersebut mulai memudar. Hal tersebutlah yang harus kembali diperjuangkan dan ditanamkan kembali dalam diri masyarakat agar semakin menguatkan semangat kesatuan dan persatuan bangsa.

“Saya anggota DPR sekaligus MPR punya kewajiban untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan ini kepada masyarakat. Karena itu hari ini baru kali pertama dan akan dilakukan di hari-hari selanjutnya. Poin-poin yang disampaikan berkaitan dengan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Ini harus disampaikan kepàda masyarakat dan diteruskan hingga ke akar rumput. Output yang diperoleh nantinya adalah masyarakat semakin paham dan berpegang teguh pada empat pilar kebangsaan yang kita akui saat ini semakin memudar. Kita sebagai anak bangsa dan orang yang mengerti dan memiliki kepedulian terhadap empat pilar kebangsaan wajib mensosialisasikannya,”jelas Kristiana.

Ia menambahkan saat ini isu dan paham radikalisme berkembang dengan pesat dan menyebar hingga ke pelosok masyarakat. Untuk itu, upaya menangkal paham dan isu-iau radikalisme yang sedang berkembang saat ini adalah dengan menguatkan nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara agar masyarakat tidak goyah. Nilai-nilai dasar kebangsaan dan nasionalisme itu terdapat dalam empat pilar kebangsaan.

“Walaupun ada paham radikal, masyarakat tidak akan terpapar jika nilai dasarnya kuat. Kita akui saat ini telah ada banyak masyarakat yang terpapar paham radikalisme. Sosialisasi dan penguatan nilai dasar yang ada dalam empat pilar kebangsaan perlu didorong terus menerus secara masif,”pungkasnya.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes mengatakan Pancasila merupakan dasar negara dan menjadi pedoman hidup seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila adakah gotong royong yang merupakan kekuatan bersama. Hal tersebutlah yang menggambarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Untuk itu, Pemerintah sedang mendoring agar Pancasila menjadi kurikulum wajib dalam pendidikan dasar seperti yang sebelumnya telah diterapkan melalui Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

Menurut Fernandes, ideologi Pancasila harus dipahami dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Bupati TTU itu juga merincikan masing-masing makna dari lima dasar Pancasila antara lain percaya kepada Tuhan Yang Mahaesa, berlaku adil dan beradab, bersatu, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, serta berkeadilan sosial. Masyarakat pun wajib menghargai bendera pusaka dan harus mengetahui lagu Indonesia Raya. (bev/ol)