Pulangkan Siswa tanpa Alasan, Ortu Siswa SD Muhammadiyah 2 Kupang Mengeluh

berbagi di:
foto-hal-15-headshoot

Marjan, Kepala SD Muhammadiyah 2. Foto: Simon Selly/VN

 

 

Simon Selly

Sejumlah orangtua SD 2 Muhammadiyah Kupang, NUsa Tenggara Timur mengeluhkan sikap sekolah yang sejak Sabtu (7/9) memulangkan para siswa tanpa alasan jelas. Para orangtua berharap agar masalah internal sekolah tidak mengorbankan para siswa.

Hal itu diungkapkan sejumlah orangtua siswa kepada VN secara terpisah, Senin (9/9).

Salah satu orangtua siswa yang enggan disebutkan anmanya mengaku, sangat terganggu dengan sikap sekolah yang memulangkan para siswa, tanpa alasan jelas. “Dari hari Sabtu itu, anak-anak dipulangkan tanpa alasan yang jelas. Kenapa kami sendiri tidak tahu menahu. Keputusan itu kami anggap kurang bijak,” katanya.

Sesuai informasi, ada persoalan antara para guru di sekolah itu. Persoalan antara guru dan kepala sekolah, kata dia, tidak sepantasnya mengorbankan para siswa.

“Kami protes akan hal ini. Persoalan interenal dari pihak sekolah jangan anak kami jadi korban. Kami sampai saat ini, masih mau bertemu dengan pihak Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kupang, tetapi kami tidak bisa hubungi, padahal kami pihak orangtua/wali mau ada kejelasan untuk ini. Rencananya kami akan meminta pertemuan antara wali siswa dengan pihak sekolah,” tambahnya.

Dia berharap persoalan yang terjadi di sekolah bisa ada jalan keluar terbaik, sehingga proses belajar, bisa berjalan dengan lanjar.
Wali siswa lainnya, kepada VN juga mengungkapkan bahwa sepengetahuannya, ada persoalan mutasi yang membuat para guru di sekolah itu mogok mengajar.

“Sepengetahuan kami, ada salah satu guru yang dipindahkan dari sekolah. Kebijakan itu membuat semua guru demo. Kami harap Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Kupang segera menangani ini agar guru-guru tidak mogok mengajar. Kan anak-anak tidak ada hubungan dengan mutasi guru ini. Besok anak-anak diliburkan lagi kasian juga kan. Kok anak-anak jadi korban tidak sekolah. Mau dibawa ke mana arahnya sekolah ini. Kami kan mau kasih sekolah anak untuk dapat sekolah agama yang baik, ilmu pendidikan yang baik, malah guru kepseknya macam begini yah bagaimana,” katanya.

Ia berharap, perseteruan antara pihak guru dan kepala sekolah bisa diatasi oleh pihak yayasan, sehingga masalah ini bisa cepat terselesaikan.

Terpisah, Kepala SD 2 Muhammadiyah Marjan yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, mengakui, pihak sekolah tidak pernah mengusir siswa pulang, dan juga tidak mempunyai masalah dengan pihak guru.

“Sebenarnya ini cuman sekadar masalah internal yang bisa diatasi, tapi karena ada sesuatu kebijakan saya selaku kepala sekolah yang tidak disukai oleh para guru, sehingga adanya mogok seperti itu. Kami sudah bersepakat bahwa masalah yang ada akan kami bahas bersama dengan pihak yayasan dan juga PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota Kupang,” katanya.

Menurutnya, masalah itu menjadi suatu ujian bagi para guru dan kepala sekolah sehingga ke depannya akan lebih baik lagi.

Ia berharap, agar rapat pada Rabu (11/9) (hari ini) bisa hadir pihak yayasan, PDM, para guru, dan juga wali siswa, sehingga bisa mendapatkan solusi yang baik dan proses belajar bisa berjalan dengan baik.

Disaksikan VN, Selasa (10/9), para siswa sudah mulai beraktivitas, namunbeberapa orangtua tetap bersiaga di sekolah tersebut. Mereka ingin memastikan anak-anak mereka bisa bersekolah seperti biasa. (mg-22/C-1)