Puskesmas Oesapa Lakukan Penyuluhan Keliling tentang DBD dan Covid-19

berbagi di:
img-20210126-wa0032

 

 

 

Sinta Tapobali

 

 
SEBAGAI bentuk tugas, tanggung jawab dan kepedulian, Puskesmas Oesapa melaksanakan kegiatan penyuluhan keliling tentang bahaya DBD dan Covid-19 kepada masyarakat di 5 Kelurahan se-Kecamatan Kelapa Lima.

Kegiatan ini berlangsung dengan dikoordinir oleh Kepala Puskesmas Oesapa, Shinta Ndaomanu. Ketika di hubungi VN pada Selasa (26/01) pagi dr. Shinta menjelaskan bahwa penyuluhan keliling ini dilakukan karena melihat saat ini pasien yang terkonfirmasi DBD di Kota Kupang semakin banyak dan pasien terkonfirmasi positif covid-19 juga meningkat.

Dalam penyuluhan ini ada beberapa poin penting yang disampaikan di antaranya, seseorang yang terkena penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti memiliki gejala di antaranya, demam 2 sampai 7 hari dan tampak lemah dan lesu, perut terasa nyeri, tampak bintik-bintik merah pada kulit, dan terkadang penderita mengalami mimisan.

Untuk itu kepada seluruh masyarakat diminta agar selalu waspada pada penyakit ini khususnya selama musim penghujan karena biasanya di musim penghujan kasus DBD akan sangat tinggi.

Sebagai langkah pencegahan maka kepada masyarakat diminta untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin dengan menerapkan 3 m plus yaitu menguras atau membersihkan tempat tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, serta menyingkirkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air dan menjadi sarang nyamuk.

Plusnya yaitu memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, tidak menggantung pakaian, menggunakan kelambu, menaburkan bubuk abate dan menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai, siri, pepaya, belimbing wuluh dan kemangi.

Selain tentang DBD, petugas juga melakukan Penyuluhan tentang Covid-19, yang saat ini mengalami peningkatan kasus yang sangat luar biasa. Oleh karena itu kepada seluruh masyarakat agar sering menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan 5 M.

“5 M itu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Keluar rumah kalo seperlunya saja dan usahakan ketika keluar rumah jauhi kerumunan karena semakin banyak seringnya kita bertemu orang maka kemungkinan untuk terinfeksi Corona akan semakin tinggi,” pesannya. (Yan/ol)