Puting Beliung, Atap 18 Unit Rumah Copot

berbagi di:
1c

Warga Kabupaten Kupang menatap rumahnya yang berantakan usai diterjang angin puting beliung, kemarin. Foto: Alfret Otu/Vn

 

 

Alfret Otu

Sebanyak 18 unit rumah milik warga RT 10/RW 04 Kelurahan Babau, Kelurahan Naibonat (RT 23/ RW 09) dan Kelurahan Oesao, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur rusak berat diterpa angin puting beliung Kamis (5/12) sekitar pukul 13.00 Wita. Semua rumah yang terkena puting beliung, atapnya tercopot.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Kupang, Ayub Hilli, kepada VN di Babau, menyampaikan bahwa setelah mehetahui kejadian tersebut, pihaknya bersama tim segera turun ke lokasi bencana guna melihat langsung kondisi masyarakat.

Dia menjelaskan semua bagian atap 18 rumah rusak parah.

“Kami sudah melihat semua dan juga sudah memperoleh data-data lengkap terkait masyarakat yang mengalami bencana,” katanya.

foto-hal-01-atap-rumah-warga-oesao-ditiup-angin-3

Selain itu ada satu fasilitas umum yakni SDI Naibonat 3, yang juga atapnya rusak. Juga ssaah satu salon gunting rabut, juga rusak akibat diterpa angin puting beliung.

Semua kerusakan yang dialami oleh para korban bencana angin puting beliung tersebut, diperkirakan mencapai belasan juta. “Kerugian yang dialami oleh setiap korban sekitar belasan juta,” ungkap dia.

Untuk penanganan, jelas dia, BPBD dengan Dinas Sosial berkoordinasi dan memberikan bantuan emergency, seperti obat-obatan, bantuan
sembilan bahan pokok dan lainnya.

Ketua RT 23 Kelurahan Naibonat Priska Dokarmo menyampaikan bahwa kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di RT-nya bahkan di kelurahannya.

1b

Ia tidak menyangka kejadian tersebut akan menghancurkan atap rumah warganya. Ia juga mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah hujan reda.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kupang maupun elemen terkait dapat memberikan bantuan emergency untuk para korban.

Sementara salah satu korban bencana, Habel Lado mengatakan saat kejadian tersebut dirinya bersama keluarga sedang berada di dalam rumah dan semua keluarganya merasa panik. Tiba-tiba angin puting beliung keras menghantam rumahnya.

Ia mengisahkan saat kejadian tersebut hanya dalam hitungan beberapa menit. Namun ia bersama keluarganya cepat keluar dari rumah dan menghindar dengan maksud agar tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

“Memang kami tidak bisa berbuat banyak, hanya berdoa dan mengambil hikmahnya saja. Kami tentu butuh bantuan,” ucapnya.

Dia mengaku membutuhkan dana belasan juta rupiah untuk memperbaiki rumahnya yang rusak. “Belum hitung kerugian kecil-kecilan seperti barang-barang yang rusak tertimpa atap dan terkena air hujan,” ungkap dia. (mg-07/E-1)