Raja Sumba Selatan Berpulang

berbagi di:
img-20190713-wa0001
Sejumlah anggota keluarga Umbu Yadar mengusung peti jenasah almarhum untuk memasuki kediamannya guna disemayamkan sebelum hari pemakaman nantinya. Gambar diambil, Selasa (9/7). Foto: Jumal Hauteas/VN
Jumal Hauteas
Umbu Yadar alias Umbu La Nggongi, Raja Sumba Selatan berpulang ke hadapan Tuhan setelah menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ICU Rumah Sakit Premier Surabaya, Senin (8/7) malam antara pukul 20:00 hingga 21:00 WIB. Salah satu tokoh sentral Sumba Timur ini berpulang pascaoperasi bypass jantung di rumah sakit tersebut beberapa jam sebelumnya.
Pantauan VN, Selasa (9/7) Bandar Udara Umbu Mehang Kunda (UMK) sudah mulai dipadati keluarga almarhum dan warga Kota Waingapu dan sekitarnya sejak pukul 15:00 Wita untuk menjemput jenasah almarhum Umbu Yadar, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, drh. Palulu Pabundu Ndima dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur.
Jenazah almarhum diketahui diterbangkan dari Surabaya sekitar pukul 13:30 WIB menggunakan pesawat pribadi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat dan tiba di Bandar Udara (Bandara) Umbu Mehang Kunda (UMK), sekitar pukul 17:30 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Suara tangisan warga pun pecah saat jenazah almarhum diturunkan dari pesawat dan dibawa ke mobil jenazah Rumah Sakit Umum (RSU) Umbu Rara Meha untuk kemudian dibawa ke rumah duka di wilayah Kelurahan Kambajawa, Kecamatan Kota Waingapu, Sumba Timur untuk disemayamkan.
Iring-iringan ratusan kendaraan roda dua dan roda empat dengan kawalan anggota satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Sumba Timur mengiringi mobil jenazah yang membawa almarhum dan tiba di depan jalan rumah almarhum pukul 17:50 Wita. Jenazah almarhum diturunkan dari mobil ambulans sekitar 30 meter arah timur rumah almarhum, lalu diusung oleh keluarga menuju rumah duka.
Sementara di depan rumah duka sendiri sudah ada satu ekor kuda yang diikat dengan dua buah tali dan dipegang oleh empat orang keluarga. Saat peti jenasah almarhum tiba, kuda tersebut disembelih barulah peti jenazah almarhum dibawa masuk ke dalam rumah untuk disemayamkan. Ratusan pelayat yang sudah terlebih dahulu memadati halaman rumah ayah dari empat orang putra dan satu orang putri ini terus mengiringi masuknya jenasah almarhum dengan isak tangis.
Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, drh. Palulu Pabundu Ndima kepada VN Selasa (9/7) usai melayat menjelaskan, almarhum adalah sosok yang sangat baik dan memiliki jiwa sosial yang tinggi, sehingga sangat suka menolong orang lain. Bahkan almarhum adalah salah satu tokoh sentral Sumba Timur yang cukup dihormati dan disegani, terutama di wilayah Sumba Selatan.
“Beliau ini adalah tokoh yang sangat baik dan berjiwa sosial dalam membantu orang lain. Beliau juga adalah tokoh Golkar Sumba Timur yang cukup berpengaruh, karena mampu memberikan pengayoman kepada semua orang, sehingga sebagai keluarga dan sesama politisi kami jelas sangat kehilangan dengan meninggalnya almarhum ini,” jelasnya.
Anggota keluarga lainnya, Pdt. Yosua Katanga Maujawa kepada VN secara terpisah menambahkan, almarhum meninggal setelah menjalani operasi bypass jantung di rumah sakit Premier Surabaya dalam usia 57 tahun. Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur dari Fraksi Partai Demokrat ini menguraikan, dimata keluarga almarhum merupakan saudara, kakak, orang tua, guru, bahkan motivator yang sangat baik dan mengayomi semua keluarga hingga rakyatnya.
“Almarhum adalah kakak, guru, motivator, yang sangat baik, sehingga keluarga besar Sumba Selatan sangat kehilangan ketokohan almarhum dan akan sangat sulit untuk menemukan tokoh pengganti almarhum,” urainya.
Ditambahkannya, sebagai tokoh dan budayawan Sumba, almarhum juga mampu membangun komunikasi dengan semua elemen masyarakat, bahkan sebagai salah satu tokoh Golkar Sumba Timur, saudara dari Rambu Nai Ata ini mampu membangun komunikasi lintas partai, sehingga hal ini merupakan warisan almarhum yang sangat baik untuk dilanjutkan.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ali Umar Fadaq kepada VN di bawah tenda duka, Selasa (9/7) menuturkan sebagai tokoh senior Golkar Sumba Timur, meninggalnya Umbu Yadar ini jelas sangat mengagetkan keluarga besar Partai Golkar Sumba Timur, karena tidak pernah disangka, Umbu Yadar akan kembali ke hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa saat ini.
“Golkar Sumba Timur jelas sangat kehilangan ketokohan beliau. Kami jelas kaget dan tidak menyangka beliau harus meninggalkan kami secepat ini,” urainya. (bev/ol)