RAT Pusat Kopdit Swasti Sari Ditunda

berbagi di:
foto-hal-09-yohanes-sason-helan-edisi-230320

 

 

Polce Siga

Manajemen Kopdit Swasti Sari menunda Rapat Tahunan Anggota (RAT) Pusat dan pelantikan Pengurus dan Pengawas periode 2020-2022, Minggu (22/3) kemarin. Penundaan ini seiring dengan peringatan pemerintah pusat maupun daerah terkait penyebaran Covid-19.

General Manager (GM) Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan kepada VN kemarin mengatakan, agenda RAT pusat sudah diputuskan beberapa bulan lalu yang didahului dengan Pra RAT setiap kantor cabang.

Ia mengatakan, RAT akan dihadiri 250 peserta yang tersebar di 23 kantor cabang.Pihaknya akan menjadwalkan ulang RAT.

“Ada undangan lain yang diperkirakan mencapai 400 lebih yang hadir. Semua tiket pergi pulang sudah dibeli dan biaya-biaya lain yang mencapai puluhan juta menjadi resiko lembaga,” ujarnya.

Johanes mengatakan, agenda RAT akan dijadwalkan ulang sambil melihat perkembangan Covid-19 dan peringatan dari pemerintah. Ia mengaku, penundaan RAT ini sebagai bagian dari komitmen koperasi untuk memutus penyebaran virus mematikan itu.

“Kegiatan RAT Pusat ini penting sekali yang sangat keterkaitan usul saran dari masing-masing cabang untuk diplenokan menjadi keputusan dalam rencana kerja anggaran (RKA) tahun buku 2020. Diharapkan akhir bulan maret sudah dilaksanakan RAT dan eksekusi program kerja akan berjalan tanggal 1 April 2020,” tandasnya.

Ia menambahkan, RAT Pusat merupakan moment yang sangat penting yaitu pelantikan badan pengurus pengawas baru periode 2020-2022. Ia mengaku, pengurus pengawas terpilih ini sudah melalui tahapan-tahapan seleksi selama lima bulan melalui tim panitia seleksi (pansel).

“Tahapan-tahapan antara lain seleksi tertulis, test kesehatan, public speaking, wawancara dan diklat, fasilitator test dari ahli dan praktisi kopdit dan pihak dari lembaga akademis dan proses terakhir adalah pemilihan secara langsung oleh anggota dalam pra RAT kantor cabang,” ujarnya.

Selain itu, pra RAT kantor cabang menganut demokrasi langsung umum bebas rahasia (luber) dan tidak membeda-bedakan suku, agama, etnis dan tidak ada hubungan sampai lapisan ketiga dengan karyawan. Periode pengurus pengawas hanya dua periode (satu periode tiga tahun) sesuai AD-ART.

“Sesuai RKA tahun buku 2020, kami akan meningkatkan jumlah anggota dari 81 ribu lebih menjadi 145 ribu lebih, asset dari Rp 715 miliar menjadi Rp1,1 triliun rupiah. 50 persen masuk sektor rill mengubah pandangan anggota dari budaya hura-hurap esta atau konsumtif ke sektor ril dan tentunya membasmi koperasi-koperasi harian sebagai rentainir, kapitalis dan investasi bodong yang hanya membodohi masyarakat,” tandas Johanes.

Sementara itu, Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Martinus Seran mengatakan, penambahan aset koperasi dalam tiga tahun membuktikan Kopdit Swasti Sari mendapat kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat semakin sadar jika menyimpan uang di koperasi memberikan keuntungan bagi anggota.

“Ini bukti bahwa anggota percaya kepada koperasi ini. Kehadiran dalam RAT hari ini sebagai wujud dari anggota mencintai lembaga ini. RAT adalah kedalautan tertinggi anggota. Pertumbuhan anggota atau peningkatan anggota dan bertambahnya aset itu sebenarnya satu hal yang sangat baik bahwa koperasi dipercaya masyarakat,” katanya.

Ia meminta, anggota koperasi agar meminjam uang untuk kepentingan sektor rill dan bukan untuk berpesta atau berfoya-foya. Uang harus simpan di koperasi dan bukan simpan di rumah.

“Jangan simpan di bawah bantal, di bawah pakaian dan jangan simpan di dompet, karena itu ada peluang keluar setiap saat. Kalau bakso lewat, kacang goreng lewat pasti habis. Simpan di koperasi, simpan ada bunga dan nilainya bertambah,” pinta Martinus. (pol/E-1)