Ratusan Proyek Fisik Batal Dikerjakan

berbagi di:
foto-hal-02-bupati-mabar

Gerasimos Satria

Ratusan paket proyek fisik pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Tahun Anggaran (TA) 2020 batal dikerjakan karena keterbatasan anggaran.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Mabar Oktavianus Andi Bona kepada media ini di Labuan Bajo, Selasa (26/5).

Ia mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Manggarai Barat Tahun Anggara 2020 di seluruh instansi termasuk Dinas PUPR dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Mabar.

Khusus di PUPR Mabar, APBD 2020 yang dialihkan untuk penanganan covid-19 sebesar Rp 56.755.692.264 atau 35,15 persen. APBD induk instansi itu Tahun Anggaran 2020 Rp 161.483.799.284, dan setelah perubahan menjadi Rp 104.728.107.020. Pengurangan tersebut murni untuk penanganan Covid-19.

Dia mengatakan dari ratusan proyek fisik yang batal dikerjakan itu, dua di antaranya yakni Jembatan Wae Sar dan Jembatan Wae Konang. Sedangkan Jembatan Wae Galung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka Labuan Bajo tetap dikerjakan tahun 2020.

“Itu proritas karena ke TPA. Proyek lainnya batal, termasuk jalan dan lain-lain. Alasannya jelas, yaitu penanganan Corona. Aturannya memang demikian,” tutur Andi Bona.

Dia mengaku pembatalan pengerjaan proyek fisik itu menyusul kebijakan Bupati Mabar yang menginstruksikan menyiapkan anggaran untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mabar. Tercatat proyek fisik yang dibatalkan tersebut berjumlah 100 item.

Sementara, Bupati Mabar Agustinus Ch Dula membenarkan pemotongan APBD Tahun Anggaran 2020 di Dinas PUPR untuk penanganan Covid-19.

Menurutnya, hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Mabar melakukan pemotongan anggaran sehingga pada tahun 2020 pembangunan infrastruktur sangat berkurang.

Ia berharap agar virus Corona cepat berakhir zehingga pada tahun 2021 mendatang, Pemkab Mabar fokus pada pembangunan infrastruktur yang tertunda di tahun 2020.

Dia mengatakan  proyek-proyek pembangunan yang ditunda  pekerjaan pada sejumlah OPD  memakan anggaran antara Rp 100 – Rp 150 miliar.

“Ada proyek besar yang juga kita tunda seperti pembangunan jembatan Wae Sar dan Wae Konang,” ujarnya.

Untuk saat ini proyek yang masih dilanjutkan yaitu proyek pembangunan jembatan menuju TPA Warloka.

Dia meminta para kontraktor yang mengerjakan berbagai proyek pembangunan untuk bekerja maksimal. Pemkab Mabar mengancam akan mencairkan anggaran pada akhir tahun kalau pekerjaan yang dikerjakan tidak baik.

“Kita berharap agar proyek yang dikerjakan pada tahun 2020 dikerjakan dengan kualitas yang baik..baik..A jembatan menuju TPA Warloka,”harap Gusti Dula. (bev/ol)