Ratusan Sekolah GMIT sangat Memprihatinkan

berbagi di:
100 TAHUN: Inilah kondisi salah satu sekolah GMIT di Kabupaten TTS yang sudah berdiri sejak era misionaris turun ke TTS tahun 1918 lalu. Sampai sat ini, SDN Kuanfato tetap berdiri meski dalam segala keterbatasan yang dimiliki yayasan.

100 TAHUN: Inilah kondisi salah satu sekolah GMIT di Kabupaten TTS yang sudah berdiri sejak era misionaris turun ke TTS tahun 1918 lalu. Sampai sat ini, SDN Kuanfato tetap berdiri meski dalam segala keterbatasan yang dimiliki yayasan.

 

 

Leksi Salukh

 

 

 

 

Sebanyak 200-250 dari total 589 sekolah di bawah naungan Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT), dalam kondisi sangat memprihatinkan. Mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA/SMK gedungnya rewot dan para guru diupah di bawah standar dengan jam mengajar jauh lebih banyak.

 
“Jika tidak dipertahankan dan ditangani maka sekolah-sekolah GMIT tersebut terancam bakal ditutup,” ungkap Pendeta Cory Mamo-Jacob dalam khotbahnya pada kebaktian di Gereja Genezaret Danau Ina (GDI) Lasiana, Minggu (13/8).

 
Pdt Cory menjelaskan bahwa Sinode GMIT telah menetapkan bulan Agustus sebagai bulan pendidikan sehingga liturgi kebaktian yang diberikan oleh Sinode GMIT adalah seputar pendidikan.

 
Lebih lanjut Pdt Cory menandaskan bahwa selain kondisi gedung yang tak layak, persoalan lain yang menjadi pergumulan GMIT adalah para guru terkadang berprinsip mau mengajar bila ada uang. Sehingga ketika tidak ada uang, maka enggan mengajar. “Pergumulan GMIT dalam dunia pendidikan saat ini yakni bisa memperhatikan sekolah-sekolah GMIT untuk bisa menjadi sekolah pilihan. Saya kira banyak sekolah GMIT yang membesarkan banyak orang karena sekolah GMIT hadir bersama-sama dengan gereja,” katanya.

 

 

Perpuluhan Dua Persen
Pada bagian lain, Pdt Cory menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan GMIT saat ini adalah membagikan dua persen dari total perpuluhan untuk bidang pendidikan. Namun demikian harus diakui bahwa tidak semua gereja dapat menyetor perpuluhan dengan efektif.

 
Ia membeberkan bahwa dalam Keputusan Sidang Sinode GMIT di Rote Ndao tahun 2015 lalu, sudah ditetapkan bahwa gereja menyetor perpuluhan dua persen. Dan kini dalam catatan Sinode GMIT jumlahnya sudah mencapai Rp 3,8 miliar. “Tapi pertanyaan hari ini, sejauh mana pengelolaannya? Kemudian pertanyaan lain, apakah semua menyetor atau tidak? karena sebagian tidak menyetor,” tegasya.

 
Ia berharap, alokasi anggaran diperuntukkan untuk pendidikan dapat dikelola dengan baik dan tepat. Kemudian gereja-gereja GMIT bisa menyetor dua persen perpuluhan secara lancar agar bisa dimanfaatkan untuk pembenahan pendidikan. “Karena dengan demikian saja sekolah di bawah naungan GMIT akan baik, mulai dari gedung hingga kesejahteraan guru-guru,” pungkasnya.

 

Sejak Misionaris
Ketua Klasis Mollo Timur Pdt Alebertina S Tafui saat memimpin kebaktian di Gereja Ora Etlabora, Desa Balu, Kecamatan Polen, Minggu (6/8) mengatakan hal sama. “Sekolah-sekolah di bawah naungan GMIT, saat ini hidup enggan mati tak mau. Untuk itu perlu diperhatikan oleh jemaat,” katanya.

 
Dia menjelaskan, pendidikan khusus GMIT sejak dulu sudah ada ketika misionaris mengabarkan injil. Namun belakangan sekolah-sekolah tersebut luput dari perhatian, maka terancam ditutup.

 
“Dulu sekolah dan rumah sakit berkembang bagus, tapi akhir-akhir ini sudah terancam, untuk itu butuh perhatian kita semua. Dalam bulan pendidikan ini perlu kita berefleksi dan memberikan perhatian untuk tetap mempertahankannya,” katanya.

 

Ketua Sinode GMIT Pdt Dr Mery Kolimon dalam beberapa kesempatan mengatakan, urusan pendidikan kini Yupenkris sudah menangani. Sekolah-sekolah GMIT kini harus tetap dipertahankan karena sebagian telah beralih status. “Yapenkris yang urus, kita harap sekolah-sekolah yang diurus berkembang baik karena sebagian memiliki prestasi contoh SD GMIT 1 Kalabahi yang prestasinya hebat. SD GMIT 1 Soe yang akreditasinya A. Untuk dapat akreditasi A tidak gampang. Ada SD GMIT Ende 4 juga akreditasinya A, yang justru siswa-siswanya terbanyak beragama muslim di Kota Ende. Kita berharap yayasan mampu membina sekolah-sekolah untuk jauh lebih bagus lagi dari yang terancam tutup menjadi baik,” katanya.