Ratusan Ton Ikan NTT Diekspor ke Luar Negeri

berbagi di:
foto-hal-09-ikan-anggoli-edisi-110919

Jenis ikan tuna hasil tangkapan nelayan Kota Kupang yang siap di ekspor ke negara tujuan. Gambar diabadikan belum lama ini.

 

 

Rafael L. Pura
Ratusan produk ikan asal Nusa Tengagra Timur, dikirim ke luar negeri pada bulan Agustus 2019, dengan total nilai mencapai ribuan dolar AS. Produk ikan ini diekspor ke beberapa negara Asia.

Kepala Sub Seksi Tata Pelayanan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kupang, Prinston Bella, kepada VN, Selasa (10/9) menguraikan, total ekspor ikan NTT ke luar negeri sebanyak 225,196 ton dengan total nilai sebesar 1.260.177 dolar AS.

Beberapa negara yang menjadi tujuan ekpor antara lain, China, Jepang, Timor Leste, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darusalam.

“Ada lima komoditi unggulan yang diekspor, yakni frozen yellowfin tuna, anggoli segar, teri kering, cakalang asap, dan carrageenan chips,” ujarnya.

Untuk frozen yellowflin, total yang diekspor selama bulan Agustus sebanyak 14.256 kilogram (kg), dengan total nilai sebesar 124.697 dolar AS.

Untuk cakalang asap, total yang diekspor sebanyak 82.121 kg, dengan total nilai sebesar 461,219 dolar AS. Untuk anggoli segar, total yang diekspor sebanyak 4.378 kg, dengan total nilai sebesar 24,009 dolar AS. Sedangkan untuk terri kering, total yang diekspor sebanyak 23,600, dengan total nilai 43,242 dolar AS, sementara untuk carrageenan chips, sebanyak 82.500 kg, dengan total nilai sebesar 569,687 dolar AS.

Ia mengatakan, ekspor ikan pada bulan Agustus ini meningkat dibandingakan bulan sebelumnya, yang hanya mencapai 43,341 kg dengan total nilai sebesar 156,115 dolar AS.

Selain itu, ada beberapa komoditi NTT lainnya yang dikirim ke Surabaya, Denpasar, dan Jakarta (Domestik). Produk komoditi yang dikirim antara lain, komoditi hidup dan komoditi non hidup.

Komoditi hidup berupa antara lain kelomang, lobster, udang mantis, sementara komoditi non hidup seperti rumput laut kering, cakalang beku, dan cumi kering.

Untuk komoditi non hidup, dikirim ke Surabaya sebanyak 671,405 kg, komoditi hidup sebanyak 5,270 ekor. Sementara untuk komiditi non hidup yang dikirim ke Jakarta sebanyak 226,250 kg, komoditi hidup sebanyak 3.475 ekor.

“Sementara komoditi non hidup yang dikirim ke Denpasar sebanyak 60, 263 kg, sedangkan untuk komoditi hidup sebanyak 706 ekor,” ujarnya.

Muhammad Hassan, salah satu nelayan Kota Kupang menyampaikan bahwa bahwa hasil tangkapan ikan jenis anggoli segar yang berukuran di atas dua kg selalu diborong oleh para eksportir untuk di ekspor ke beberapa negara tujuan. “Khusus ikan anggoli segar kami tidak pernah jual eceran kalau ukurannya besar karena begitu tiba di Kupang para eksportir sudah menunggu. Jadi yang dijual hanya sisa yang berukuran di bawah satu kg,” jelasnya.

Menurutnya, dalam sebulan hasil tangkapannya bisa mencapai lebih dari satu ton. Semuanya di ekspor.

Ridwan, nelayan lainnya juga mengakui bahwa hasil tangkapan yang memenuhi syarat ekspor tidak pernah dijual bebas di pasar karena akan di ekspor untuk memenuhi kuota permintaan negara tujuan. (mg-03/E-1)