Raup Ratusan Juta dari Usaha Pakan Ternak

berbagi di:
foto-hal-10-entrepreneurship-edisi-130320

Yorgen Nubatonis (baju hitam, kiri)

 

 

Rafael L. Pura

Para wirausahawan mengatakan peluang lebih besar daripada uang. Pepatah ini mungkin paling tepat untuk menggambarkan usaha Yorgen Nubatonis. Boleh jadi, dia adalah salah satu pemuda yang pandai membaca dan memanfaatkan peluang.

Saat ini, ia membuka usaha pakan ternak di Kelurahan Batuplat karena berpotensi di wilayah tersebut. Dari usahanya ini, Nubatonis bisa meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Kepada VN, Rabu (11/3), Nubatonis mengatakan, pakan yang dijualnya itu merupakan hasil formulasinya sendiri dengan memanfaatkan pangan-pangan lokal yang ada di NTT.

Tetapi terkadang ia mendatangkan bahan dasar pakan seperti gandum dari Jawa karena persediaan di NTT terbatas. Dengan bahan dasar ini ia kemudian memformulasikan lagi dengan menambah pangan lokal seperti dedak jagung, dedak padi, serat kombinasi dengan tepung ikan dan konsentrat.

“Gandum saya datangkan dari Jawa karena di NTT persediaannya minim. Setelah itu saya formulasikan sendiri dengan menambah pangan lokal,” katanya.

Setelah memformulasikan, ia kembali menjualnya dengan harga yang bervariasi tergantung dari umur pakan yang dibuatnya. Harganya berkisar Rp300.000 hingga Rp400.000.

Dari usahnya ini, Nubatonis bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp100 -Rp200 juta per bulan.

Jumlah pelanggan terus bertambah bahkan ada pelanggan yang membeli dalam jumlah besar lalu menjual lagi. Untuk memperlancar operasional, Nubatonis mempekerjakan tiga tenaga kerja dan digaji dengan upah yang layak.

Dalam berusaha Nubatonis memegang prinsip tekun, kerja keras, bersabar dan tentunya tetap belajar agar usahanya semakin berkembang.
Sebagai informasi, Dinas Peternakan NTT, sebelumnya mencatat, tahun 2019 NTT mengalami capital flight (pelarian modal) sebesar Rp1,8 triliun. Pelarian modal ini terjadi, selain unggas dan telur yang didatangkan dari luar daerah, juga termasuk pakan ternak. Tingkat permintaan terhadap pakan ternak bukan main-main, angkanya mencapai 48 juta ton per tahun. (mg-03/E-1)