Rayakan HUT RI, Pemkab TTU Kunjungi Pasien Rumah Sakit dan komunitas SLB

berbagi di:
foto-hal-13-kerja-sama-ttu

Asisten 2 Setda Kabupaten TTS Robby Nahas mneyerahkan bantuan saat beranjangsana ke SLB Benpasi. Foto: Gusty Amsikan/VN

 

 
Gusty Amsikan

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur mengawali rangkaian kegiatan HUT ke-74 Republik Indonesia dengan melakukan kunjungan ke Sekolah Luar Biasa serta mengunjungi para pasien di rumah sakit, dan para lansia. Anjangsana tersebut dilakukan Pemda setempat sebagai wujud semangat kebersamaan memperingati HUT kemerdekaan RI. Selain anjangsana, Pemda pun memberikan sejumlah bantuan berupa sembako dan peralatan lain yang dibutuhkan oleh komunitas SLB, pasien, dan lansia.

Plt. Sekda Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis ketika diwawancarai wartawan, Senin (12/8) di sela-sela kegiatan anjangsana ke RSUD Kefamenanu mengatakan dalam rangka menyongsong HUT ke-47 RI, Pemerintah Daerah melaksanakan anjangsana ke lokasi-lokasi yang telah ditetapkan, di antaranya SLB Kefamenanu, RSUD Kefamenanu, dan para lansia di seputaran Kota Kefamenanu. Anjangsana tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara nasional dan difasilitasi oleh panitia teknis dari Dinas Sosial. Selain anjangsana, Pemda pun memberikan sejumlah bantuan berupa sembako dan peralatan lain yang dibutuhkan oleh komunitas SLB, pasien, dan lansia.

Pemerintah memberikan bantuan satu unit mesin cuci dan sembako kepada pengurus SLB. Sementara untuk pasien di rumah sakit dan para lansia, Pemerintah memberikan bantuan sembako. Hal tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah kepada masyarakat yang berkekurangan khususnya yang berada SLB, para pasien di rumah sakit, serta para lansia.

“Ini sudah menjadi rutinitas. Setiap tahun menjelang 17 Agustus, ada kunjungan-kunjungan ke lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan. Di sana Pemda akan memberikan bantuan kepada lansia, dan mereka yang sedang sakit, serta siswa-siswi di SLB,” jelasnya.

Terpisah, Asisten II, Robby Nahas yang diwawancarai saat beranjangsana ke SLB Benpasi mengatakan, Pemda memberikan bantuan berupa saru unit mesin cuci khusus bagi siswa-siswi di SLB Benpasi. Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban kerja pengasuh yang bertugas mengurus lebih dari tiga puluh anak yang mengalami cacat fisik dan mental. Selain itu, Pemerintah pun memberikan bantuan sembako berupa beras, mie instan, gula, dan susu.

Menurut Nahas, bantuan tersebut diberikan sebahai wujud kepedulian kepada para siswa penyandang disabilitas yang tengah mengenyam pendidikan di SLB. Meskipun merupakan penyandang disabilitas, mereka juga warga negara Indonesia yang berhak merayakan hari ulang tahun kemerdekaan dengan gembira. Dengan demikian, mereka merasa dipedulikan dan menjadi bagian dari NKRI.

“Untuk panti SLB, Pemerintah daerah memberikan satu unit mesin cuci. Ini sangat berharga dan membantu meringankan beban kerja pengasuh. Jumlah anak di SLB sebanyak 30 orang lebih dengan kondisi cacat fisik dan mental.
Bantuan mesin cuci ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban kerja. Di sisi lain ada beras, mie instan, gula, dan susu sebagai rangsangan dan stimulan untuk meringankan kebutuhan sembako sehari-hari,”ungkapnya.
Ketika ditanyai terkait pembangunan drainase dannkebutuhan air bersih di SLB, Nahas mengatakan pembangunan drainasse berkaitan dengan penganggaran. Untuk itu, hal tersebut harua terlebih dahulu disampaikan kepada Bupati sebagai kepala daerah. Sementara terkait kebutihan air bersih, pihak dinas sosial akan mengadakan air beraih setiap pekan termasuk menyediakan dua unit fiber.

“Kalau drainase berkaitan dengan penganggaran. Kita harus sampaikan dengan baik kepada bupati untuk bisa menjadi perhatian. Sedangkan untuk air bersih, tangki air milik Dinas Sosial Kabupaten TTu akan membantu pengadaan air bersih sekaligus menurunkan dua unit fiber,”pungkasnya.(gus/S-1)