RD Sipri Senda Pimpin Katekese BKSN di Quasi Paroki St Petrus dan Paulus Oesapa

berbagi di:
img-20200925-wa0014

 

 

Kekson Salukh
Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang, Reverendus Dominus (RD) Sipri Senda, memimpin katekese Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) dan diskusi kitab suci bersama persekutuan doa kharismatik St. Cecilia yang terdiri dari orang muda katolik,  di gereja Santo Petrus dan Paulus Oesapa, Kamis, (24/9).

Dalam rilis yang diterima VN, Jumat, (25/9) siang menjelaskan, mendalami tema pertemuan ketiga “Mewartakan Kabar Baik di tengah krisis kepercayaan diri” yang berbasis pada teks injil Lukas 5:1-11, dosen kitab suci pada Fakultas Filsafat Unika Widya Mandira Kupang itu mengajak peserta untuk mendalami teks dengan metode 5W 1H, sampai menemukan pesan injil yang sesuai dengan tema.

Belajar dari tokoh Yesus dan Petrus, para peserta menemukan pentingnya bertolak ke kedalaman iman untuk menghasilkan buah cinta kasih yang berlimpah, serta bersiap sedia untuk diutus Tuhan menjala sesama dan membawanya kepada Yesus Tuhan.

Para peserta menanggapi pesan sabda Tuhan dengan berbagi pengalaman iman untuk memperkaya satu sama lain.

Tiga peserta mewakili yang lain mengungkapkan pengalaman iman tentang perjuangan memperdalam kerohanian melalui aneka kegiatan rohani dan keberanian untuk mengajak teman-teman orang muda terlibat aktif dalam kegiatan rohani.

Dalam sesi diskusi, beberapa peserta bertanya tentang bagaimana solusi menghadapi tantangan dalam kehidupan rohani, teks kitab suci yang berbicara tentang perutusan para murid, dan teks dari kitab Sirakh yang berbicara tentang tabib.

RD Sipri Senda menjelaskan trik-trik praktis menghadapi tantangan berupa penggunaan nalar untuk mengatasi perasaan sesat yang menipu, tetap melakukan aktivitas rohani dan sibukkan diri dengan hal-hal positif.

Tentang kedua teks, RD Sipri mengulas teks dalam konteks sehingga dipahami makna yang tersirat dan relevansinya untuk kehidupan masa kini. Para peserta antusias mengikuti kegiatan katekese dan pendalaman kitab suci ini.

Nova, salah satu peserta, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuannya yang berdampak pada penghayatan imannya.

Dia berharap agar kegiatan kitab suci seperti ini tetap dilaksanakan, tidak hanya di bulan September sebagai Bulan Kitab Suci Nasional. (*/ol)