Refocusing Dana Desa di Rote Ndao Dijadwalkan Selesai 27 Februari Mendatang

berbagi di:
img-20210220-wa0013

Yames MK Therikh, Kadis PMD Kabupaten Rote Ndao

 

 

Frangky Johannis

Proses refocusing Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2021 bagi 112 desa di Kabupaten Rote Ndao sesuai sesuai Surat Edaran DIrektorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Nomor: SE-20/PK/2021 tanggal 08 Februari 2021 tentang Penyesuaian Penggunaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa TA 2021 untuk Penanganan Pandemi Covid-19, hingga saat ini sudah masuk pada tahap penyesuaian untuk ditetapkan Peraturan Desa (Perdesnya).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao Yames MK Therikh yang dikonfirmasi VN melalui telepon genggamnya, Sabtu (20/2).

Dikatakan Yames, sesuai hasil rapat koordinasi (rakor) bersama para camat, Rabu (17/2), di kantor Dinas PMD, pihaknya sudah menyampaikan panduan refocusing 8 persen Dana Desa yang disyaratkan SE 02 tersebut, sebelum ditetapkan menjadi APBDes 2021.

“Kesepakatan kita saat rapat koordinasi tersebut bahwa proses penyesuaian (refocusing), posting, hingga penetapan APBDes itu ditargetkan hingga Sabtu (27/2). Artinya pada pekan depan itu sudah selesai penetapan APBDes hasil refocusing 8 persen,” katanya.

Selain refocusing 8 persen, kata Yames, kebijakan lain yang diambil terkait dukungan penanganan Covid-19 dari Dana Desa TA 2021, yakni pencadangan dana untuk mengantisipasi perubahan regulasi seperti yang terjadi tahun lalu, di mana terjadi beberapa kali perubahan APBDes akibat perubahan regulasi dari Pusat.

“Jadi selain refocusing 8 persen tersebut, juga ada dana cadangan yang disiapkan di desa untuk mengantisipasi perubahan regulasi maupun kondisi yang mengakibatkan penanganan Covid-19 di tingkat desa membutuhkan alokasi tambahan,” ujar Yames.

Ia menambahkan, refocusing 8 persen tersebut tidak termasuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) karena Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa itu tersendiri dan telah dialokasikan kepada KK penerima dengan besaran Rp 300 ribu per bulan. Refocusing 8 persen itu hanya digunakan untuk penanganan Covid-19 dan penguatan Posko Desa Aman Covid-19 di desa.

Ditanya terkait refocusing DD tersebut akan mengakibatkan sejumlah program kegiatan fisik padat karya di desa harus dibatalkan, Yames katakan, pekerjaan fisik tetap masih ada karena proses penyelarasan refocusing di kecamatan juga dihadiri semua unsur, baik BPD, Kades, Pj Kades, Kades Terpilih masing-masing desa untuk bermusyawarah melakukan refocusing dan selanjutnya melakukan penetapan APBDes.

“Jadi program kegiatan fisik padat karya juga masih ada dalam pelaksanaan Dana Desa 2021, walaupun sejumlah anggaran direfocusing dan dicadangkan untuk penanganan Covid-19 dan Posko Desa Aman Covid-19,” tutupnya. (bev/ol)