Rektor Undana: NTT Butuh Pemimpin yang Tegas dan ‘Keras’ seperti VBL

berbagi di:
img-20201016-wa0016

 

Rektor Undana Prof Fred Benu membawakan sambutan saat Launching Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyatakat Provinsi NTT di RS Penyangga Undana, Jumat (16/10). Foto:Yapi Manuleus/vn.

 

 

 
Yapi Manuleus

 
REKTOR Universitas Nusa Cendana Kupang Prof Fred Benu mengatakan, masyarakat Provinsi NTT hidup di atas tanah yang keras, sehingga Provinsi NTT membutuhkan Pemimpin yang berkarakter keras seperti layakanya Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laoskodat.

Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri Launching Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT (Kerja sama Pemerintah Provinsi NTT, Undana dan Forum Akademia NTT) di Rumah sakit penyangga Undana, Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Jumat (16/10) pagi.

NTT sangat membutuhkan pemimpin yang keras agar bisa mengatasi berbagai hambatan yang selama ini ada

“Kita orang NTT ini orang bilang kita keras, kita hidup di atas tanah yang keras. oleh karena itu kita juga membutuhkan seorang pemimpin yang berkarakter agak sedikit keras supaya bisa menghadapi semua tantangan yang ada di sini,” katanya.
Dirinya, mengapresiasi kepemimpinan Gubernur VBL dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi yang sudah berkenan untuk mendorong adanya Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat di Provinsi NTT. Ia juga mengapresiasi Forum Akademia NTT yang lewat kerja kerasnya sehingga hari ini Laboratorium Biomolekuler resmi di-launching.

“Waktu diminta untuk bekerja sama, pak Gubernur minta Undana. Tapi sebenarnya Undana punya fasilitas ini belum jadi Rumah sakit masih klinik. Tapi pak Gubernur langsung mengatakan dan keluarkan satu keputusan bahwa klinik Undana ini berstatus sebagai Rumah Sakit Penyangga penanganan Covid-19 di NTT,” ujarnya.

Keputusan tersebut merupakan keputusan politik yang sangat berani, karena walaupun secara dejure belum berstatus sebagai Rumah Sakit.

“Terima kasih banyak Pak Gubernur atas keuputusan ini, katanya yang disambut tepuk tangan dari para hadirin yang hadir termasuk Gubernur VBL dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi.
Berkat dukungan Gubernur VBL, lanjut Prof Benu, semua fasilitas sudah disiapkan di gedung tersebut, sehingga klinik itu bisa naik status menjadi rumah sakit. Ia akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua fasilitas yang sudah disiapkan itu, sehingga pada waktunya Rumah Sakit Penyangga Undana secara dejure berstatus sebagai Rumah Sakit.

“Saya punya target pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, mungkin Januari 2021 Rumah Sakit ini akan naik status sebagai Rumah Sakit. Kami sudah bentuk tim untuk percepatan pembahasan status Rumah Sakit dari klinik menjadi Rumah Sakit,” jelasnya.

Ia berharap secara politik pada Januari 2021 Rumah Sakit Penyangga Undana untuk Covid-19 bisa berubah status menjadi Rumah Sakit Penyangga Rumah Sakit Daerah W.Z. Johanes Kupang dalam pelayanan kesehatan.

“Itu komitmen kami dan kami akan berupaya sekuat tenaga,” tutupnya. (Yan/ol)