RSUD Ende Dapat 10 Unit Alat Pelindung Diri Ende

berbagi di:
virus-corona-belum-ditemukan-di-lampung

 

 

 
Son Bara
Setelah ditunjuk pemerintah sebagai salah satu rumah sakit rujukan, RSUD Ende melakukan pembenahan dan persiapan ruangan dan perlengkapan lainnya.

Namun, kondisi ini tidak ditunjang dengan alat pelindung diri bagi dokter dan para medis yang akan bertugas menangani pasien tersebut.

Kepada VN, Kamis 26/3 di posko gugus tugas, juru bicara Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Dampak Penyebaran Virus Corona, dr Muna Fatma menjelaskan, hingga saat tenaga medis baru mendapatkan 10 unit Alat Pelindung Diri (APD).

“Jumlah ini memang masih kurang tetapi kita akan terus berupaya untuk mengisi kekurangan yang ada. Saat ini kita sedang melakukan pembenahan dan tetap fokus pada tugas kita untuk mengantisipasi dan penaganan penyebaran virus Corona di Kabupaten Ende. Kita bekerja sesuai dengan tupoksi yang diberikan kepada gugus tugas, sedangkan untuk kebijakan lain berkaitan dengan permintaan berba pihak untuk menutup pintu masuk itu menjadi kewenangan bupati,” jelasnya.

Saat ini gugus tugas melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap 100 orang anak didik yang dipulangkan dari seminari atas permintaan orang tua.

“Kita (pemerintah) sudah menyetujui sesuai permintaan orang tua murid untuk memulangkan anak-anak mereka yang berada di aeminari yang sudah diliburkan selama tiga bulan ke depan. Pemerintah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, sudah mengirim tiga atau empat bis kusus untuk menjemput anak-anak dari seminari Mataloko. Kita juga tengah berupaya memulangkan siswa dan mahasiswa asal Ende yang melanjutkan pendidikan di luar Kabupaten Ende. Nanti mereka akan ditempatkan pada titik tertentu untuk dilakukan pemeriksaan dan edukasi berkaitan dengan virus Corona sebelum dijemput oleh keluarga masing-masing,” jelas dr. Muna.

Sebelumnya, Direktris Rumah Sakit Umum Ende, dr. Aries Dwi Lestari mengatakan saat ini manajemen RSUD Ende tengahelakukan pembenahan dan menyiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien yang terpapar virus Corona.

“Saat ini kita siapkan delapan ruangan dan dua ruangan tambahan lainnya untuk mengantisipasi situasi. Kita akan pisahkan orang dalam pengawasan, dengan pasien dalam pengawasan serta penderita yang sudah positif terpapar virus Corona sesuai standar kesehatan yang sudah disampaikan pemerintah pusat,” kata Aries.

Dokter spesialis penyakit dalam ini mengakuimenga masiu ada kekurangan APD.

“Ketika kami mengikuti rapat koordinasi di Provinsi kita mendapat alokasi dua unit APD. Namun kita secara internal terus melengkapi dengan membuat APD sendiri. Selain kelengkapan ruangan perawatan harus memenuhi standar pelayanan medis. Apalagi kita juga sebagai rumah sakit rujukan untuk pasien yang berasal dari Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo,” tambahnya.

“Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melakukan persiapan dengan baik. Ini soal masalah kemanusiaan dan terjadi dalam skala nasional. Saya minta manajemen RSUD bisa memenuhi dan melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk memenuhi standar pelayanan medis. Kekurangan apapun bisa dipenuhi dengan dana yang ada sehingga kita bisa memberikan pelayanan dan penanganan pasien dengan baik dan memenuhi standart medis. Ini musibah berskala nasional jadi siap atau tidak siap tetap kita harus siap,” tegas Bupati Ende, H. Djafar Achmad. (bev/ol)