RSUD URM Waingapu Pulangkan 4 ODP

berbagi di:
Jumal Hauteas
Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha (RSUD URM) Waingapu, Sumba Timur, NTT memulangkan empat Orang Dalam Pemantauan (ODP), Senin (18/5) petang.
Empat ODP ini dipulangkan manajemen RSUD URM Waingapu, setelah mendapatkan dua kali hasil swab negatif.
Sayangnya, pemulangan empat ODP ini tanpa sepengetahuan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur. Bahkan posko Covid-19 Sumba Timur juga hanya mendapatkan informasi pemulangan empat ODP ini melalui pesan WhatsApp, dan belum ada surat pemberitahuan secara resmi.
Ketua pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, menyampaikan hal ini melalui sambungan telepon kepada wartawan, Senin (18/5) malam.
“Saya belum dapat informasi sama sekali mengenai itu (pemulangan empat ODP yang dirawat di RSUD URM Waingapu, Red),” jelas Domu Warandoy.
Ketidaktahuan pemulangan empat ODP ini justru berbeda dengan rencana pemulangan para ODP sebelumnya, Jumat (15/5) lalu. Dimana rencana pemulangan para ODP tersebut, tidak hanya diketahui oleh Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, dan juga juru bicara Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana.
Namun hampir semua wartawan di Sumba Timur mendapatkan informasi dan diminta meliput rencana pemulangan para ODP tersebut.
Rencana pemulangan para ODP ini kemudian dibatalkan karena adanya hasil terkonfirmasi positif Covid-19 untuk pasien 02 Sumba Timur. “Setelah kita cek lagi ke provinsi, ada satu yang positif, sehingga kita putuskan untuk batalkan,” jelas Direktur RSUD URM Waingapu, dr. Lely Harakay dalam jumpa pers di Ruang Kerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Minggu (17/5).
Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (18/5) mengakui dirinya mendapatkan pesan WhatsApp dari Direktur RSUD URM Waingapu, terkait pemulangan para ODP tersebut. Namun dirinya masih sibuk mengurus pengambilan rapid tes di sejumlah tempat, sehingga tidak sempat menghadiri acara pemulangan empat ODP tersebut.
“Saya dapat informasinya dari WA, tetapi surat pemberitahuan secara resmi belum ada,” urainya.
Mengenai keputusan pemulangan ODP terkait penanganan Covid-19 di Sumba Timur, dr. Chrisnawan mengaku keputusan itu ada pada dokter dan tim medis yang menangani seseorang di rumah sakit. Namun untuk arus informasi perkembangan penanganan Covid-19, seharusnya sepengetahuan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur.
“Dokter dan perawat yang menangani pasien yang bisa memutuskan seorang pasien kapan bisa dipulangkan. Tetapi untuk alur informasinya tetap harus dari ketua gugus, atau saya sebagai juru bicara, dan tentunya kami harus mempersiapkan segala sesuatunya,” tandasnya.(bev/ol)