RT tidak Dilibatkan Soal KD

berbagi di:
foto-hal-06-metro-kd-051019

Koordinator Organisasi Perubahan Sosial Indonesia cabang NTT Adelia Mai membentangkan spanduk dan celana dalam (CD) sebagai bentuk protes karena sebanyak 30 orang pekerja seks komersial (PSK) tidak mendapatkan bantuan dari Kemensos sebesar Rp6 juta dan tiket kembali ke daerah asal, Jumat (4/10).

 

 

Stef Kosat
Ketua RT 10 Kelurahan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Yanry Lassa mengaku tidak mengetahui keberadaan para PSK yang jumlahnya mencapai 30 orang karena banyak yang sudah tinggal di kos. Dia juga tidak tahu apakah 30 orang itu akan pulang secara mandiri atau dipulangkan dengan cara apa?

Menurutnya, sebagai ketua RT selama ini, ia tidak dilibatkan Dinsos Kota Kupang melakukan pendataan maupun sosialisasi.

Baca juga:

KD Tutup, 30 PSK Pindah ke Kos

“Intinya sebagai Ketua RT, warga saya sudah banyak yang berkurang, tetapi sebagai pemilik wilayah pastinya saya kontrol area KD ini. Kalaupun para PSK itu belum mendapat bantuan dan mau memanfaatkan eks KD ini untuk tetap berusaha apapun akan dipantau,” kata Yandri.

Menurut Yandri, kalau para PSK kembali melakukan praktik prostitusi untuk mempertahankan hidup mereka, maka sebagai Ketua RT dia tidak memiliki hak untuk melarang karena dirinya tidak bisa memberi makan ataupun tempat tinggal dan tidak dapat berbuat apa-apa dengan para PSK itu. (mg-01/R-2)