Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD SK Lerik Penuh

berbagi di:
img-20201118-wa0007

 

Herman Man
Wakil Wali Kota Kupang

 

 

 

Sinta Tapobali

 

 

RUANG isolasi yang disediakan untuk menampung pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di RSUD S K Lerik Kota Kupang saat ini dalam kondisi penuh.
Hal ini dikatakan Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man kepada VN, Rabu (18/11). Ia mengatakan bahwa saat ini semua ruangan isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di rumah sakit sudah penuh.

“Semua rumah sakit full. Untuk sementara kita isolasi mandiri di rumah untuk OTG (Orang Tanpa Gejala),” pungkasnya.

Ketika ditanya tentang persiapan untuk tempat karantina yang baru ia mengatakan bahwa pemerintah Kota Kupang saat ini belum melakukan persiapan.

“Untuk sementara belum. Untuk itu tugasnya pemerintah kota meyakinkan kepada lurah bahwa rumah-rumah yang akan dijadikan tempat isolasi itu aman. Kita akan mengawasi mereka terutama yang OTG dan kita akan kerja sama dengan gugus tugas Kelurahan dan saya perintahkan untuk Dinas Kesehatan melihat, jadi kita bekerja sama dengan semua pihak,” ujarnya.

Sedangkan Direktur RSUD SK Lerik kota Kupang, Marciana Halek ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Menurutnya 10 ruangan isolasi yang disediakan untuk mengisolasi para pasien terkonfirmasi positif covid 19 di RS SK Lerik kota Kupang dalam keadaan penuh.

“Ya memang benar saat ini semua ruangan penuh. Pasien yang saat ini dirawat berjumlah 11 orang,” jelasnya kepada VN dalam panggilan telepon pada pukul 15.10 sore.

Menurut Marciana, apabila di kemudian hari ada peningkatan pasien terkonfirmasi positif maka pihak manajemen rumah sakit akan menggunakan skala prioritas. Skala prioritas maksudnya adalah memprioritaskan pasien-pasien dengan kondisi yang berat dan membutuhkan perawatan di ruang yang bertekanan negatif.

Sedangkan untuk pasien-pasien yang mempunyai gejala ringan atau tanpa gejala, maka akan dianjurkan untuk mengisolasikan diri secara mandiri di rumah masing-masing namun dengan pengawasan dari tenaga kesehatan dan pemerintah. (Yan/ol)