Ruas Jalan Oebelo Langganan Banjir

berbagi di:
foto-hal-01-cover-210221-banjir-oebelo-01

 

DORONG KENDARAAN: Penguna kendaraan roda dua yang melintas di ruas jalan nasional Timor Raya, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, terpaksa mendorong kendaraannya akibat mogok di tengah luapan banjir, Sabtu (20/2) kemarin. Foto:Alfret Otu/vn.

 

 

 

Afret Otu

 

 

RUAS jalan nasional Timor Raya tepatnya berada di pemukiman warga Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Sabtu (20/2) terendam banjir akibat hujan lebat yang turun sejak Jumat (19/2) tengah malam hingga Sabtu pagi.

 
Ruas jalan yang hanya beberapa ratus meter dari kantor Balai Jalan Nasional X Wilayah NTT tersebut, digenangi air setinggi kurang lebih 30 cm akibat posisi jalan berada di bawah badan jalan sehingga saluran drainase yang ada, tidak dapat menampung volume air hujan.

 
Disaksikan wartawan, kondisi bahu jalan lebih tinggi dari pemukiman warga, serta keadaan jembatan berukuran 6 meter, tidak mampu menampung lajunya banjir di ruas jalan.
Bahkan banjir yang membawa material kali seperti pasir dan batu-batuan, juga memenuhi jalan dan masuk ke ruma warga. Hal ini mengakibatkan laju kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut, terhambat.

 
Kanizius Minggu, warga RT 20 Desa Oebelo yang rumahnya menjadi langganan terendam banjir setiap tahun, mengaku walaupun baru awal tahun 2021 namun banjir sudah dua kali merendam rumah warga. Sebelumnya banjir pertama merendam 22 rumah Sabtu (30/1).

 
Kanizius berharap pemerintah mencarikan solusi alternatif dalam menangani banjir karena luapan banjir Oebelo setiap tahun terjadi dan warga terus bersuara melalui pemerintah desa, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, dan juga bisa Pemerintah Provinsi, namun tidak ada penyelesaian.

 
Bagi dia walaupun setiap kali terjadi banjir pemerintah Kabupaten Kupang yakni BPBD Kabupaten Kupang turun memberi bantuan darurat, tidak menjadi solusi.

 
“Kalau hanya memberikan bantuan darurat seperti bantuan sembako itu tetap saat hujan besar seperti pada Sabtu (20/2) pasti akan terjadi banjir lagi. Pemerintah harus berusaha atasi banjir seperti melihat dan menjaga agar aliran air beejalan lancar dan jangan dihambat oleh apapun,” pungkasnya.

 
Camat Kupang Tengah Rudolf Talan mengatakan ia bersama Penjabat Desa Oebelo dan Tim BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Kupang turun langsung melihat situasi dan kondisi warga terdampak banjir.

 
“Banjir Desa Oebelo setiap tahun terjadi. Setiap tahun begini sudah, tidak tahu sampai kapan masalah ini bisa teratasi, ya kami menjalankan tugas kami pantau dan laporkan setiap kejadian,” ungkapnya.

 
Ia menambahkan, lokasi banjir terjadi di RT 20 Jalan Timor Raya berbatasan dengan Desa Tanah Merah di RT 16, tepatnya di belakang gereja Calvari Puluthie. (R-2/yan/ol)