Rumah Lansia di Sikka Ambruk Diterjang Angin

berbagi di:
foto-hal-01-rumah-lansia-ambruk-ditiup-angin

Rumah pasangan lansia Kasianus Peong (62) dan Feliksia (60) di Wairkoja, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, ambruk diterjang angin kencang. Foto: Yunus Atabara/VN

 

Yunus Atabara

Rumah darurat ukuran 4×6 meter persegi milik pasangan lanjut usia (lansia), Kasianus Peong (62) dan Du’a Feliksia (60) di Wairkoja, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ambruk diterpa angin kencang Rabu (6/11) sekitar pukul 10.30 Wita. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun pasangan lansia tersebut kehilangan tinggal.

Disaksikan VN, rumah sederhana berlantai tanah, berdinding halar (bambu cincang) dan beratap seng itu porak-poranda.

Kasianus bersama istrinya tampak mengeluarkan barang-barang mereka dan disimpan di sudut rumah.

Kasianus yang sehari-hari bekerja sebagai petani, kepada VN, menuturkan, kondisi rumahnya memang sudah tua. Tiang rumah dari balok sudah lapuk dimakan rayap. Dinding pun sudah rapuh, sementara atap seng sudah karatan dan bolong di mana-mana.

Jika hujan, rumah kemasukan air. Keterbatasan biaya dan sulitnya mendapatkan uang, membuat pasangan lansia ini tak mampu memperbaiki rumah mereka. Akibatnya, saat angin kencang bertiup, tiang rumah tak cukup kuat menopang dinding dan atap sehingga rubuh.

Kasianus menuturkan selama ini ia hanya bisa “tambal-sulam” atap rumahnya yang bocor.

“Saya hanya bisa beli satu-dua lembar seng untuk ganti yang bocor. Saya sudah tidak kuat lagi cari uang,” keluhnya.

Kasianus mengaku pernah didatangi beberapa petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Sikka pada 2018 lalu, meminta identitas lengkap, fotokopi KTP dan memotret rumah dari berbagai sisi.

“Mereka datang foto-foto lalu tulis kami dua punya nama. Waktu mereka pulang, mereka minta saya ke kantor Dinas Sosial. Saya juga sudah ke sana dan mereka tanya-tanya saya lagi dan setelah itu saya pulang. Sampai sekarang tidak ada berita apa-apa,” tutur Kasianus yang dibenarkan oleh istrinya.

Penjabat Kepala Desa Wairkoja, Yan Piter yang dihubungi VN melalui ponselnya, mengaku belum mengetahui kejadian ambruknya rumah pasangan lansia itu karena belum mendapat laporan. Dia juga mengaku tidak mengetahui persis kondisi rumah Kasianus Peong karena baru tiga bulan menjadi Penjabat Kades Wairkoja.

“Kami belum dapat laporan dan kami belum tahu persis karena baru tiga bulan menjabat,” kata Yan Piter.
Kendati demikian, Yan Piter mengatakan bahwa sesuai data sebelumnya pemerintah desa bersama pihak Dinas Sosial Kabupaten Sikka pernah melakukan survei beberapa rumah yang tidak layak huni. Namun dalam penganggaran tahun 2019 hanya satu rumah saja yang diajukan untuk mendapatkan bantuan perbaikan.

“Kalau saya tidak salah, pernah ada survei dari Dinsos dan kami hanya temani saja karena itu kewenangan Dinsos. Tapi tahun ini hanya ada satu rumah yang dapat bantuan. Tapi saya tidak tahu persis, apakah rumah Bapak Kasianus yang dapat bantuan ataukah rumah warga lain,” ucapnya.

Sebagai pimpinan desa, Yan berjanji akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Sikka untuk melaporkan kondisi rumah pasangan lansia yang ambruk diterpa angin itu, guna mendapatkan bantuan. (nus/E-1)