Rumah Makan di Kupang sudah Boleh Melayani Makan di Tempat

berbagi di:
img-20210302-wa0041

 

 

 

Sinta Tapobali

 

 
PENULARAN Covid-19 dari transmisi lokal di Kota Kupang masih tetap terjadi sampai saat ini. Pemerintah Kota Kupang kembali melanjutkan masa PPKM untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Kupang.

Meski demikian, dalam surat edaran yang baru Nomor 007/HK.443.1/III/2021 yang berlaku sejak kemarin 1 Maret 2020, Pemerintah sedikit melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat terutama aktivitas di restoran/rumah makan/warung makan/cafe dan sejenisnya yang sudah boleh melayani makan di tempat dengan kapasitas hanya 50%.

Sebelumnya dalam surat edaran Wali Kota Kupang Nomor 006/HK.188.45.443.1/II/2021, tanggal 6 Februari 2021 tentang peningkatan kewaspadaan dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan dan meminimalisir penularan transmisi lokal covid-19 di Kota Kupang, Pemerintah membatasi kegiatan restoran/rumah makan/warung makan/cafe dan sejenisnya hanya melayani layanan makan/minum melalui pesan-antar/dibawa pulang (Take Away) sesuai dengan jam operasional dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Subaidah, salah satu pemilik rumah makan di Kelurahan Penfui mengaku senang karena pada akhirnya pemerintah kembali melonggarkan aktivitas di rumah makan berjalan seperti biasanya.

Meskipun hanya bisa melayani kapasitas 50% pelanggan untuk makan di rumah makan miliknya, ia tetap bersyukur karena akan membawa keuntungan baginya ketimbang hanya melayani pesan bungkus.

“Alhamdulilah karena orang-orang sudah bisa makan kembali di sini. Waktu dilarang dan bilang tidak boleh layan orang makan di warung, kami sempat khawatir karena takut pelanggan pada kabur karena biasanya banyak orang yang datang makan di sini. Tapi karena sudah diijinkan kembali ya kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota karena sudah mau kasih keluar peraturan yang ini,” ungkap wanita asal Jawa Tengah yang telah belasan tahun membuka usaha rumah makan di Jln Adisucipto Penfui Kupang tersebut.

Selama hanya melayani take away, keuntungannya menurun hampir 50% karena ia harus mengurangi porsi setiap makanan yang ia masak. “Karena khawatir tidak ada yang beli dan tidak habis, kami masak hanya setengah saja. Tapi Alhamdulilah sekarang pasti akan kembali baik lagi,” ujarnya. (Yan/ol)