RWT Minta BP2MI Berikan Proteksi Terhadap PMI Asal NTT

berbagi di:
img-20200917-wa0004

 

 

 

Frengky Keban

 

 

ANGGOTA DPR RI, Ratu Wulla Talu (RWT) meminta BP2MI untuk terus melakukan proteksi terharap PMI secara maksimal. Hal ini penting agar PMI khususnya asal NTT bisa menjalankan tugasnya dengan baik sesuai harapan.

Hal ini disampaikan Ratu Wulla Talu dalam Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di Roo Luwa Cafe & Resto, Kamis (17/9) siang.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Anggota DPR RI, Ratu Wulla Talu dengan mitra Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Ratu Wulla Talu mengatakan bahwa sesuai amanat UUD 1945, semua masyarakat Indonesja wajib mendapatkan perlindungan baik di dalam Negeri maupun saat berada di luar Negeri sebagai PMI. Hal ini juga menjadi fokus dirinya sebagai anggota komisi IX yang bermitra dengan pihak Tenaga Kerja. Malah disebutkan dalam fungsi dan perannya di DPR melalui fungsi budgeting dan kebijakan, pihaknya tetap berupaya memberikan support bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri terutama warga masyarakat NTT yang merupakan penyumbang besar jumlah PMI di Negara Asing.

“Saya minta BP2MI dengan tugas dan tanggung jawab yang ada bisa memberikan proteksi maksimal terhadap PMI di luar negeri terutama yang berasal dari NTT. Tidak hanya itu saya juga minta agar pihak BP2MI bisa memfasilitasi peluang kerja potensial di luar Negeri termasuk melakukan pengawasan terhadap pemenuhan hak-hak PMI di luar Negeri. Teman-teman harus gencar menyosialisasikan terkait prosedur legal menjadi PMI guna menekan angka PMI ilegal serta human trafficking,”katanya.

Tidak lupa dirinya juga meminta kepada PMI dan Kemenaker agar terus mendorong upaya peningkatan kompetensi PMI khususnya yang berasal dari NTT agar lebih diupgrade kompetensi dan skillnya dengan menempatkan calon PMI di lembaga pelatihan yang Profesional dan kompeten sehingga SDM PMI asal NTT kedepannya bisa lebih mendapat peluang kerja yang lebih baik dan bisa bersaing dengan pekerja migran dari negara lain khususnya di era pasar kerja internasional seperti sekarang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Nakertrans Enos Eka Dede sesaat sebelum membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati Sumba Barat Daya mengatakan bahwa penempatan PMI di luar negeri itu memang menjadi isu sentral saat ini. Banyak kasus yang terjadi, padahal sudah banyak aturan yang dibuat pemerintah.

“Sehingga kami dari pemerintah sangat berterima kasih kepada Ibu Ratu dan Mitra yang sudah mau berbagi. Saya berharap para peserta yang hadir bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik,”tegasnya mengingatkan.

Hadir dalam kesempatan itu, Direktur BP2MI, Servulus Bobo Riti dan sejumlah peserta. (Yan/ol)