Saksi Mengaku Terbit Sertifikat Hak Palsu

berbagi di:
img-20201118-wa0022

 

 

 

Simon Selly

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Yulianto, dalam jumpa pers pada Rabu (18/11) sore, mengungkapkan saksi telah mengaku adanya penerbitan  sertifikat hak tanah palsu.

“Kami sudah menyampaikan dalam bentuk video dan berita acara serah terimanya, mereka (penerima sertifikat tanah), menyampaikan bahwa memang di dalam hal ini tanah tersebut berdasarkan terbitnya sertifikat adalah hak-hak yang palsu,” jelas Kajati Yulianto.

Para saksi sebagian telah menyerahkan kembali sertifikat hak milik kepada penyidik dan menyadari kekeliruannya.

Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan penggeledahan dan menyita objek tanah seluas 30 hektar, penyitaan hari ini yang dilakukan oleh Tim gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) dibantu oleh tim Badan Pertanahan Negara yang bertugas pada tahun 1997 di lapangan.

“Hari ini juga didampingi oleh tim dari BPN yang saat itu pada tahun 1997 turun ke lapangan menyaksikan dan mengukur kegiatan penyerahan tanah tersebut dari hak wilayat kepada pemerintah daerah Kabupaten Manggarai saat itu, dan itu ada berita acaranya dan disaksikan oleh BPN yang mengukur dan saksi-saksi yang masih hidup,” tambahnya. (bev/ol)