Sampah di Pesisir Pantai Berasal dari Daratan

berbagi di:
Pesisir Pantai Kelapa Lima

Foto: Yosi/VN

 

 

 

Yosi Kameo

Sampah yang menumpuk di beberapa pesisir pantai di Kota Kupang, NTT saat musim penghujan tidak hanya berasal dari sampah warga pesisir atau pengunjung tapi juga dari sampah yang ada di darat.

Pada umumnya, warga ataupun pedagang di seputaran pantai sudah diberi fasilitas, seperti disediakan tempat sampah dan juga truk sampah yang rutin mengangkut sampah.

Kepala Bidang Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang Yulianus Willem Pally kepada VN, Senin (22/2), menjelaskan sampah yang menumpuk di pesisir pantai saat musim hujan sebenarnya berasal dari sampah di daratan.

Sampah di kali, selokan dan sebagainya yang dibiarkan menumpuk akan ikut dibawa air ke laut saat musim hujan tiba.

“Sampah di kali, selokan misalnya. Kalau tidak dibersihkan maka pas hujan terbawa ke laut,” ujarnya.

Ia mengatakan DLHK Kota Kupang terus berupaya membersihkan sampah di darat. Ini jadi prioritas DLHK untuk cegah penumpukan sampah di pesisir pantai.

“Dulu, kalau kali bersih sampah di laut kurang. Macam pas 2019, kita bersihkan kali di Sikumana, di Naikoten 1, itu sampah di laut berkurang,” jelasnya.

Hingga saat ini, kata Pally, belum ada program khusus untuk pembersihan pantai.

Menurutnya, program khusus untuk membersihkan pantai mesti dirundingkan bersama.

“Kalau pembersihan sampah di laut tidak mudah. Butuh tambahan-tambahan. Macam fasilitas misalnya. Ini juga kan butuh anggaran. Makanya pemerintah perlu duduk bersama untuk membahasnya. Bukan hanya tugas DLHK,” tandasnya. (bev/ol)