Sampah Menumpuk, TPS Liliba Ditutup Sementara

berbagi di:
img-20210408-wa0068

 

 

 

Sinta Tapobali

Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang terletak di Kelurahan Liliba, Kota Kupang, NTT ditutup sementara karena tumpukan sampah dalam seminggu sudah menggunung dan beraroma tak sedap.

Aneka jenis sampah rumah tangga, batang-batang pohon yang roboh akibat badai Seroja belum diangkut oleh petugas kebersihan Kota Kupang.

Pantauan VN, Kamis (8/4) siang, area TPS sudah penuh sesak dengan tumpukan sampah bahkan hampir meluber ke badan jalan. Pemerintah Kelurahan Liliba bersama masyarakat sekitar TPS membuat tanda larangan yang ditulis di atas kain putih sehingga tidak ada lagi warga Liliba maupun dari luar Liliba yang membuang sampah di TPS tersebut.

Abidin salah satu pemilik kios yang terletak di samping TPS mengatakan tanda larangan sudah dibuat sejak beberapa hari lalu. Namun, masih saja ada masyarakat yang tetap membuang sampah di lokasi itu.

“Tiap hari ada orang yang selalu pantau jadi kalau ada yang buang sampah pasti yang jaga langsung tegur dan bilang untuk bawa kembali sampah ke rumah karena TPS ini sudah penuh. Tapi sama saja nanti tengah malam pas sepi pasti ada saja yang datang buang pakai karung,” ujarnya.

Menurutnya, sampah-sampah ini sudah mulai menggunung bahkan sebelum badai Seroja melanda Kota Kupang. Setelah badai terjadi, sampah-sampah yang ada semakin menumpuk hingga keluar dari bibir pembatas TPS.

“Itu dari sebelum badai su banyak dan belum di angkut. Setelah badai makin banyak yang buang lagi,” tegas Abidin lagi.

Maman Sulaiman warga lain mengatakan menutup TPS merupakan langkah terbaik saat ini karena sampah mulai membusuk dan berbau tak sedap.

“Su lama jadi bau busuk. Banyak yang buang sisa makanan jadi itu yang buat bau,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan Lurah Liliba belum bisa dikonfirmasi VN. (bev/ol)