Sanggar Aba Luna Lele Ikut Workshop Tata Rias

berbagi di:
img-20190816-wa0033
Frengky Keban
Dalam seni pertunjukkan tari panggung, selain gerak-gerik, tata rias pun memiliki andil tersendiri untuk menciptakan seni pertunjukkan yang indah dan memantik penonton.
Menilai pentingnya tata rias, peserta didik Sanggar Aba Luna Lele-Keerobo, Selasa (13/8) petang mengikuti workshop tata rias yang diberikan oleh instruktur seni pertunjukan tari dari Seniman Mengajar, Anton Prabowo.
Seniman Mengajar sendiri merupakan salah satu program Pemerintah Pusat melalui kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dirancang untuk menciptakan ruang dialog, kolaborasi dan partisipasi antara seniman dan masyarakat.
Pantauan VN, peserta yang rata-rata masih SD dan SMP ini larut dalam aktivitas merias diri. Beberapa diantaranya asyik memoles wajahnya dengan peralatan make up yang sudah disiapkan. Beberapa diantaranya dibantu oleh orang tua yang hadir.
Instruktur pertunjukan tari dari Seniman Mengajar, Anton Prabowo mengakui pentingnya tata rias dalam seni pertunjukkan seni tari. Pasalnya, tata rias adalah salah satu faktor pendukung dalam upaya mengembangkan seni tari sekaligus menarik minat para penonton untuk menikmati tarian yang ditampilkan selain instalasi panggung.
img-20190816-wa0032
“Ini penting supaya tarian tidak kemudian membosankan. Tata rias juga menentukan orang menikmati tarian yang ada,”katanya.
Saat ditanya penilaiannya soal tarian Sumba, Anton menilai tarian Sumba memiliki potensi yang luar biasa tetapi pengemasan untuk seni wisatanya masih sangat kurang. Dalam artian seni yang ditampilkan masih sangat monoton.
“Kalau untuk keperluan lomba, tari kreasi ataupun lain sebagainya Sumba masih kalah dari daerah lainnya. Sehingga kehadiran saya disini untuk membantu mengembangkan tarian Sumba ini tanpa menghilangkan tradisi tari Sumba itu sendiri. Dalam artian saya tidak mengubah tari yang ada tapi menciptakan tari baru dari tari yang sudah ada,”katanya.
Menanggapi hal tersebut, pengelola sanggar Tari Aba Luna Lele-Keerobo, Maria Andriana mengaku senang dan bangga dengan kehadiran para instruktur yang tergabung dalam Seniman Mengajar. Hal ini tegasnya bisa membantu pengembangan seni di daerah tersebut sekaligus membantu menyadarkan anak-anak untuk tetap mencintai budayanya sendiri ditengah maraknya kehadiran budaya luar yang semakin masif.
“Kita beruntung karena kita menjadi salah satu wilayah sasaran dari program ini. Semoga program semacam ini bisa terus dilanjutkan,”katanya. (bev/ol)