Sapi Timor Kurus dan Kekurangan Berat

berbagi di:
foto-hal-01-kunungan-gub-di-desa-haekto

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah baju hitam menghadap kamera) didampingi Bupati TTU Raymundus Fernandez melihat ujicoba pemberian pakan ternak yang diolah dari limbah jagung. Foto: Gusty/VN

 

 

 

Gusty Amsikan

Hampir semua petani peternak di Daratan Timor, tengah menghadapi masalah yang sama. Yaitu, sapi-sapi menjadi kurus dan mengalami kekurangan berat badan akibat kurang pakan (makanan).

Untuk itu, Pemerintah Provinsi melalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan berinovasi dan mencari solusi pemecahan masalah dengan memanfaatkan limbah pertanian (jagung dll) untuk dijadikan pakan ternak sapi dan lain sebagainya.
Penegasan tersebut dikemukakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di sela-sela kunjungannya ke Desa Haekto, Kabupaten TTU, Selasa (17/11) kemarin.

Menurut VBL, pelatihan pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak bagi para petani di di Desa Haekto, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten TTU, harus diikuti dengan baik.

VBL juga meminta masyarakat untuk memanfaatkan bantuan mesin pengolah limbah pertanian, dengan sebaik-baiknya.
Senada, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes meminta warga setempat memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik untuk meningkatkan produktivitas. Jangan sampai terlihat semangat di saat menerima bantuan, namun selanjutkan dibiarkan mubazir.

“Bantuan pemerintah untuk masyarakat di Desa Haekto ini bukan yang pertama kali. Sudah berulang kali. Namun, semangat hanya ditunjukkan di awal menerima bantuan dan selanjutnya disimpan. Bahkan terjadi perselisihan untuk menentukan siapa yang mengelola dan pada akhirnya alat bantuan dari pemerintah itu rusak. Jaga, rawat dan dipakai untuk meningkatkan produktivitas. Saat rumput melimpah, alat pengolah itu jangan simpan melainkan dipakai untuk mengolah sebagai persediaan pakan di musim kemarau,” jelasnya.

Semua petani-peternak di Timor, lanjutnya, menghadapi masalah yang sama, yakni penurunan bobot ternak pada musim kemarau karena kurang makan.

“Karena itu Dinas Peternakan akan melakukan pendampingan lebih lanjut untuk memastikan pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak berjalan sesuai harapan. Akan diawasi hingga stok pakan ternak tersedia di musim panas,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Gubernur VBL juga menyerahkan bantuan berupa dua unit mesin pengolah limbah pertanian untuk dijadikan pakan ternak.

Sementara itu, Kadis Perindag NTT Nassir Abdulah mengatakan, pelatihan tersebut tujuannya memberdayakan masyarakat agar mampu memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini terbuang. Limbah pertanian akan diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Ia mengatakan, Desa Haekto memiliki 600 hektare lahan jagung yang disiapkan untuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS)’. Karena itu pihaknya lebih dulu mengupayakan pengolahan limbah agar ke depannya tidak bermasalah.

Di acara yang sama diserahkan pula bantuan dana kepada KPM (keluarga penerima manfaat) yang terdampak covid-19, penyerahan bantuan alat logistik Covid-19 dari Dinas Kesehatan NTT. Sedangkan Dinas Peternakan NTT menyerahkan bantuan peralatan untuk Pos Kesehatan Hewan, peralatan bibit lamtoro teramba. (gus/E-1)