Satgas Covid-19 Pusat Bantu Satu Helikopter Pengangkut Swab di NTT

berbagi di:
img-20210112-wa0039

 

Isyak Muka
Kadis Perhubungan Provinsi NTT

 

 

 

Sinta Tapobali

 

 
PERTENGAHAN atau akhir bulan Januari 2021, pihak Gugus Tugas Nasional Covid-19 akan memperbantukan 1 unit helikopter yang akan dioperasikan BNPB RI untuk membantu Pemerintah NTT dalam mengangkut sampel swab dari kabupaten-kabupaten yang di NTT.

Demikian informasi yang diperoleh VN dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka ketika di hubungi VN, Selasa (12/01) sore.

Bantuan ini diberikan untuk membantu dalam mempermudah aktivitas angkut sampel swab, dari 21 Kabupaten yang ada di NTT yang akan dikirimkan ke Lab Biokesmas NTT maupun Lab RSUD WZ Johannes Kupang, untuk dilakukan pemeriksaan PCR.

Menurut Isyak, sejak awal merebaknya Covid-19 dan semua penerbangan dilarang maka Pemerintah NTT menyewa pesawat Dimonim Air untuk mengangkut sampel swab dari kabupaten-kabupaten. Namun sejak diberlakukannya new normal dan pesawat komersial diijinkan terbang maka seluruh sampel diangkut menggunakan pesawat terbang komersial.

Adapun pesawat yang bersedia untuk mengangkut sample swab ini hanyalah Maskapai Garuda, Trans Nusa, Citilink dan Dimonim Air serta Helikopter milik BNPB RI, namun sejak Agustus lalu, Maskapai Trans Nusa berhenti mengangkut sampel-sampel ini. Untuk maskapai Wings Air masih merasa keberatan karena menganggap sampel swab sebagai bahan berbahaya, namun karena kondisi di NTT, maka dinas perhubungan akan bersurat ke Dirjen Perhubungan Udara agar mengeluarkan ijin kepada maskapai penerbangan ini agar bisa memuat sampel swab tersebut.

Khusus untuk daerah yang tidak bisa di jangkau oleh pesawat besar seperti Garuda maupun Citilink seperti kabupaten Sabu karena landasannya yang kecil, maka biasanya diangkut dengan pesawat Dimonim Air karena ada rute penerbangannya.

Sedangkan untuk kabupaten lainnya yang tidak ada rute penerbangan dari beberapa maskapai ini, maka sampel swabnya diangkut dengan satu helikopter milik BNPB. Sejauh ini tidak ada kendala yang tidak bisa diatasi dalam pengangkutan sampel swab tersebut.

Namun demi memperlancar pengangkutan sampel dari tiap-tiap kabupaten maka pada pertengahan ataupun akhir Januari, NTT akan diberikan bantuan oleh Satgas Covid-19 pusat berupa satu unit helikopter yang akan dioperasikan oleh BNPB dalam memperlancar pengangkutan tersebut.

“Pertengahan atau akhir bulan Januari 2021, pihak Gugus Tugas Nasional Covid-19 memperbantukan 1 unit pesawat helikopter yang dioperasikan BNPB RI untuk membantu mengatasi hal tersebut,” ungkapnya.

Harapannya dengan adanya bantuan ini maka pemerintah lebih mudah untuk mengangkut dan mengirimkan sampel- sampel swab tersebut ke lab biokesmas provinsi NTT maupun ke RSUD WZ Johannes Kupang.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa untuk saat ini pengiriman sampel tidak dilayani menggunakan kapal feri karena sangat memakan waktu yang lama. Menurutnya sampel swab dapat diangkut oleh angkutan laut apabila angkutan laut tersebut dapat menempuh perjalanan ke Kupang dengan tidak melebihi waktu 72 jam terhitung dari proses pengepakan sampel hingga tiba di Lab RSUD WZ Johannes maupun Lab Biokesmas, dan harus dalam suhu yang dingin. (Yan/ol)