Satgas Sudah Lakukan Tracing dan Pemeriksaan Keluarga DMH

berbagi di:
img-20210125-wa0032

 

Jonas M Sely
Jetua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao

 

 

 
Frangky Johannis

 

 

PASCA insiden ‘pengambilan paksa’ jenazah almarhumah DMH oleh pihak keluarga, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao telah menugaskan paramedis Puskesmas Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut untuk melakukan tracing, sekaligus pemeriksaan rapid antigen terhadap pihak keluarga, mulai Senin (25/1).

Demikian disampaikan Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao Jonas M Sely yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Senin (25/1) malam.

Menurutnya, penugasan paramedis Puskesmas Bulangga tersebut karena Desa Modosinal merupakan wilayah kerja puskesmas tersebut, sehingga pelaksanaan pemeriksaan dan tracing dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat.

“Satgas akan melakukan tracing sekaligus pemeriksaan, bahkan upaya penanganan lainnya sesuai SOP, untuk meminimalisir dampak penyebaran virus Covid-19,” katanya.

Ketika ditanya hasil tracing hari pertama yang dilakukan, Jonas katakan, belum ada laporan yang masuk ke Satgas. Namun, dia berjaji akan menyampaikan hasil melalui website Pemkab Rote Ndao dan media secara terbuka.

“Untuk sementara belum ada laporan hasil pemeriksaan dan tracing yang dilakukan terhadap keluarga almarhumah DMH. Kalau sudah ada nanti kami infokan ke publik,” ujarnya.
Tambah Empat Positif Antigen

Ketika ditanya jumlah kasus positif per hari ini, Senin (25/1), Jonas jelaskan, pasien positif Covid-19 bertambah empat orang positif rapid antigen.

Menurutnya, pasien Covid-19 yang kini dalam perawatan tercatat sebanyak 35 orang, terdiri dari 29 orang isolasi mandiri, 3 orang dirawat di RSUD Ba’a, 3 orang dalam perawatan di fasilitas isolasi terpusat di Rusun Ne’e.

“Kasus meninggal di Rote berjumlah 4 orang dan pasien yang sembuh sebanyak 18 orang, dari total kasus positif rapid antigen 42 dan PCR 21 orang,” tutup Jonas. (yan/ol)