Satu lagi Pasien DBD Meninggal Dunia

berbagi di:
Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora (kiri) memantau pasien DBD yang dirawat di RSK Lindimara, 11 Februari lalu.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora (kiri) memantau pasien DBD yang dirawat di RSK Lindimara. Gambar diabadikan pekan lalu.

 

Frangky Johannis

Satu pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Kristen (RSK) Lindi Mara, Waingapu, Nusa Tenggara Timur meninggal dunia, Sabtu (9/2). Total korban DBD di Kabupaten Sumba Timur yang meninggal dunia sejak Desember 2018 lalu hingga saat ini mencapai sembilan orang, belum termasuk pasien yang meninggal sebelum sempat masuk atau tidak sempat dibawa ke tiga rumah sakit di Waingapu.

Informasi terakhir yang berhasil dihimpun VN, pasien DBD yang terakhir meninggal adalah seorang anak balita warga Melolo di Kecamatan Umalulu yang meninggal, Sabtu (9/2), saat menjalani perawatan di RSK Lindi Mara.

Direktur RSK Lindi Mara, dr Alhairani KLM Mesa kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (9/2) malam, mengatakan, anak balita tersebut meninggal dunia akibat dengue shock syndrome.

Menurut Rani, panggilan akrab dr Alhairani KLM Mesa, terkait kematian pasien anak itu juga sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur.

“Betul, pasien meninggal akibat dengue shock syndrome. Sudah saya laporkan ke Dinkes,” tulis dr Rani singkat.
295 Pasien
Sesuai data yang diperoleh VN, pasien DBD yang ditangani di tiga rumah sakit di Waingapu, yakni RUSD Umbu Rara Meha, RSK Lindi Mara, dan RS Imanuel, terhitung sejak Selasa (1/1) hingga Sabtu (9/2), sudah mencapai 295 orang. Dari jumlah tersebut sudah enam pasien yang meninggal dunia, sementara sebelumnya, pada Desember 2018 ada tiga pasien DBD yang meninggal dunia.

Rani menjelaskan, total pasien DBD yang ditangani RSK Lindi Mara selama Januari hingga Rabu (6/2) sebanyak 55 pasien. Namun, jumlahnya terus bertambah dan hingga Sabtu (9/2) menjadi 70 orang.
Menurutnya, dari total 70 pasien DBD yang ditangani RSK Lindi Mara, dua orang di antaranya meninggal dunia termasuk pasien asal Melolo yang meninggal, Sabtu (9/2) pagi.

Terpisah Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr Lely Harakai menjelaskan pasien yang positif DBD yang dirawat di RSUD yang dipimpinnya itu, sejak 1 Januari sampai 6 Februari tercatat 120 pasien dan meningkat menjadi 136 pasien pada Sabtu (9/2).

Dari 136 pasien DBD yang ditangani di RSUD Umbu Rara Meha, empat pasien di antaranya meninggal dunia.

Sementara Direktur RS Imanuel dr Danny Ch Sabtu menjelaskan sejak Januari hingga saat ini pasien DBD yang menjalani perawatan di rumah sakit yang dipimpinnya berjumlah 89 orang dan belum ada yang meninggal dunia.

“Ada beberapa kasus yang ditangani di RS Imanuel yang sudah sampai perdarahan dari saluran cerna (hematochezia) dan perdarahan dari hidung (epistaksis), namun kita bersyukur semua akhirnya berangsur pulih dan bisa pulang dengan sehat. Belum ada pasien DBD yang meninggal di RSU Imanuel,” ungkap Danny. (enq/E-1)