Satu Lagi Pasien Probable Asal Nagekeo Meninggal Dunia

berbagi di:
img-20210126-wa0067

 

Silvester Teda Sada
Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Nagekeo

 

 

 

Bernard Sapu

 

 
SATU Pasien berstasus Probable asal Kabupaten Nagekeo meninggal dunia di RSUD Kabupaten Ende pada hari Senin (25/1) malam.

Demikian disampaikan Juru bicara Satuan Tugas Penanganan dan Pencegahan covid-19 Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada, kepada awak media, Selasa (26/1) di Kantor Bupati Nagekeo. Pasien perempuan dengan inisial SAL (65) asal Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

“Saya baru mendapatkan informasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Ende tadi malam dengan status rapid antigen positif dan mempunyai gejala sesak nafas berat,”ungkapnya.

Silvester menjelaskan, sesuai informasi yang diterimanya dari pihak keluarga almarhum bahwa pasien Probable yang berinisial SAL (65) memiliki riwayat sakit sesak nafas, diabetes melitus dan hipertensi.

“Keluarga almarhum sebelum diantar ke RSUD Kabupaten Ende, pasien yang berinisial SAL sempat mengeluh sakit di bagian punggung. Sesampainya di RSUD Ende langsung dilakukan rapid test antigen dan hasilnya positif, sehingga yang bersangkutan harus dipindahkan ke ruang isolasi guna mendapatkan perawatan medis. Namun pada pukul 17.45 WITA , pasien yang berinisial SAL dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Ende,”ungkapnya.

Silvester menyampaikan, akhirnya pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Ende melakukan pemakaman. Jenasah SAL kemudian dimakamkan di pemakaman Aebambu, Jl. Samratulangi, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende-Provinsi NTT.

Silvester menyampaikan, saat ini ada sembilan orang warga Nagekeo yang terkonfirmasi positif covid-19, sesuai hasil swab test PCR di Laboratorium Biomolekular RSUD W.Z. Johanes Kupang-NTT. Dan satu dari sembilan sampel swab yang dinyatakan positif itu milik pasien Probable yang berinisial MBV (53) telah meninggal di RSD Aeramo pada hari Sabtu (16/1) Minggu lalu.

“Dari total 75 orang yang ditunggu hasil swab, baru keluar dari hasil swab 13 orang. Namun dari 13 orang tersebut 9 orang terkonfirmasi positif covid-19 dan 4 orang lainnya negatif,”tuturnya.

Silvester menyampaikan, hingga kini sudah 36 kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Nagekeo. Dari jumlah tersebut, 27 orang pasien telah dinyatakan sembuh dan delapan orang sementara di ruang isolasi dan satu orang meninggal dunia.

Berdasarkan data eskalasi, lanjut Silvester, kasus terkonfirmasi covid-19 hari ini, sudah jelas bahwa Kabupaten Nagekeo telah kembali ke zona merah. Kondisi ini Tim Satgas Covid-19 terpaksa harus mengambil langkah pencegahan, termasuk kemungkinan menutup semua aktivitas yang berpotensi mengumpulkan banyak orang seperti di areal Pasar Danga dan pertokoan lainnya.

“Tim Satgas Covid-19 Nagekeo bidang penindakan akan mengambil tindakan lapangan secara cermat dan terukur, manakala menjumpai warga yang masih bandel terhadap ketentuan protokol kesehatan Covid-19. Dan juga kepada segenap warga Nagekeo kami tegaskan untuk mulai memutuskan pilihan terbaik baik bagi diri sendiri. Hindari kerumunan, kurangi mobilitas dan aktivitas yang tidak perlu termasuk acara pesta dan rekreasi,” katanya. (Yan/ol)