Satu Minggu RSUD Johannes Krisis Air

berbagi di:
foto-hal-01-mindo-sinaga-beri-keterangan-pers-121219

Direktur RSUD WZ Johannes drg Mindo Sinaga didampingi Wakil Direktur Bidang Pelayanan, dr Stef Soka memberikan penjelasan mengenai kekurangan air bersih di RS yang dipimpinnya, kemarin. Foto: Simon/VN

 

 
Simon Selly

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) WZ Johannes Kupang kembali dirundung masalah. Selama hampir satu minggu terakhir, rumah sakit Tipe B milik Pemprov NTT yang baru mendapat Sertifikat Akreditas Rumah Sakit dengan predikat Lulus Paripurna (Bintang Lima) itu, mengalami krisis air bersih parah.

Pasien sejak sepekan lalu sudah mengeluhkan kondisi kekurangan air di RS, namun tidak segera direspons manajemen RS. Akibatnya, para pasien terpaksa mencari ruangan yang kebetulan ada airnya atau membeli sendiri dari luar.

Di ruangan paviliun, pihak keluarga terpaksa harus membeli air galon dari luar. Salah satu pasien yang dijadwalkan menjalani kemoterapi pada Selasa (10/12), bahkan ditunda karena tak ada air bersih.

Sejumlah anggota keluarganya dirawat di rumah sakit itu, kepada VN, mengungkapkan, kondisi terparah terjadi dalam tiga hari terakhir, yakni Senin (9/12), Selasa (10/12) hingga Rabu (11/12) sore, air bersih di ruang perawatan tidak ada.

Kamar mandi kosong, memaksa anggota keluarga mencari air sendiri untuk kebutuhan pasien. Salah satu keluarga pasien yang minta namanya tidak tulis kepada VN kemarin petang, menuturkan, sudah tiga hari kamar mandi rumah sakit tak ada air.

“Saya timba air sendiri untuk kebutuhan istri saya. Saya ambil air isi di bak kamar mandi,” ucap pria yang meminta namanya tak ditulis itu.

Dia mengungkapkan sesuai jadwal istrinya menjalani kemoterapi pada Selasa (10/12), namun ditunda ke Rabu (11/12) karena masalah ketiadaan air bersih di rumah sakit itu.

Untuk diketahui, RSUD WZ Johannes Kupang pada 19 November 2019 mendapat Sertifikat Akreditas Rumah Sakit dengan predikat Lulus Paripurna (Bintang Lima) oleh Komisi Akreditas Rumah Sakit.

 

 

Air PDAM Terhenti
Direktur RSUD WZ Johannes drg Mindo Sinaga yang dikonfirmasi VN di ruang kerjanya, kemarin, mengatakan bahwa selama beberapa bulan terakhir suplai air PDAM ke rumah sakit itu terhenti.

“Air PDAM di sini selama beberapa bulan ini mati. Saya rasa bukan hanya di rumah sakit ini saja, hampir sebagian besar mati air dari PDAM sehingga kami mengusahakan air dari mobil tangki,” ucap Mindo Sinaga.

Menurutnya, RSUD Johannes memiliki tiga unit mobil tangki air, masing-masing ukuran 5.000 liter. Dalam sehari tiap mobil sembilan kali memasok air ke rumah sakit. Dari tiga mobil yang ada, maka 27 kali memasok air ke rumah sakit dalam sehari.

“Rata-rata tiap mobil sembilan kali ambil air dalam sehari untuk kebutuhan rumah sakit. Ada tiga mobil sehingga 27 kali angkut air. Masih kekurangan sekitar enam tangki sehingga kami upayakan beli dari mobil tangki lain untuk memenuhi kekurangan yang ada,” jelas dia.

Dia mengatakan RSUD WZ Johannes memiliki sumur bor namun debit air sudah berkurang sehingga pihaknya menggunakan mobil tangki air.
“Sumur bor kapasitasnya sudah berkurang. Makanya kami pakai mobil tangki air,” ucap Mindo.

Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton yang dikonfirmasi terpisah, mengaku sudah mengetahui masalah kekurangan air yang menimpa RSUD WZ Johannes.

Bahkan ia juga mengatakan sudah mengkonfirmasi ke PDAM Kabupaten Kupang (Tirta Lontar), dan diperoleh jawaban bahwa sumber air yang diandalkan pihak PDAM pun debitnya menurun drastis sehingga air tak bisa terpasok ke RSUD WZ Johannes.

“Saya langsung telepon Direktur PDAM Kabupaten Kupang Lobrik Saubaki dan menanyakan apa masalahnya sehingga air tidak mengalir ke rumah sakit umum, Pak Lodrik katakan bahwa sumber air dari Oepura debitnya menurun drastis sehingga saat ini kering dan tak bisa lagi dipasok ke wilayah RSUD dan sekitarnya.

Darius mengatakan, pihak PDAM Kabupaten Kupang sudah berjanji mendrop air bersih ke RSUD Johannes tadi malam. “Saya minta tolong pak Lobrik membantu para pasien yg membutuhka air bersih dengan mencari cara memasok air. Beliau bilang nanti malam akan coba alirkan ke RS dari mata air Sagu,” tambah dia.

Sebelumnya, dalam Sidak ke RSUD WZ Johannes Kupang beberapa waktu lalu kepada VN, Wagub NTT Josef Nae Soi menegaskan bahwa selain kehabisan obat, dirinya tidak bisa menolerir jika di RS milik Pemprov NTT itu kehabisan prasarana penunjang vital seperti air. (mg-22/D-1)