Sayembara Logo dan Mars Pesparani Resmi Dibuka

berbagi di:
foto-hal-06-foto-master-pesparani

Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT Frans Salem memukul gong tanda pelauncingan sayembara logo dan mars Pesparani Nasional, Rabu (12/2) di Gedung FKUB NTT.

 

 

 

Sinta Tapobali

Sayembara Logo dan Mars Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tingkat Nasional II resmi dilaunching. Pelauncingan pembukaan sayembara ini berlangsung di Gedung FKUB, Rabu (12/02) sore.

Sayembara logo dan mars Pesparani ini akan berlangsung dalam tiga tahapan di mana tahapan pertama akan dibuka tahap pendaftaran dan pemasukan karya sejak tanggal 11 Februari sampai dengan 19 Maret. Kedua, tahap penjurian akan dilakukan pada 20 hingga 27 Maret, dan tahap ketiga, pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah pada 28 Maret. Hadiah yang diberikan panitia kepada sang juara sayembara logo ini sebesar Rp 20 juta sedangkan pemenang lomba sayembara mars sebesar Rp 30 juta.

Hal ini disampaikan Ketua Pelaksana Pesparani Katolik Nasional II, Sinun Petrus Manuk dalam acara launching itu.

Ia mengatakan logo harus menyesuaikan dengan tema, sub tema dan moto Pesparani Nasional, mengambarkan unsur Gereja Katolik yang universal, harus menggambarkan potensi pariwisata, logo harus original dan belum pernah dipublikasikan atau dilombakan.
Sedangkan untuk mars, hampir sama namun untuk lirik mars harus mencerminkan nilai-nilai universal gereja katolik, nilai kebangsaan, kebhinekaaan dan kerukunan, lirik tidak boleh menyinggung unsur sara atau hoax, durasi lagu maksimal tiga menit dan lagu harus dijelaskan terkait makna yang terkandung di dalam lagu.

Untuk ketentuan persyaratan, para calon peserta yang berminat mengikuti sayembara ini dapat mengunduh di halamam facebook Pesparani II 2020 atau website LP3KN http://pesparani.or.id/.

Ketua Umum Pesparani Katolik Nasional II 2020 H Jamaludin Ahmad, mengatakan bahwa kegiatan Pesparani merupakan kegiatan yang merajut toleransi dan memperkuat persaudaraan sebangsa antara umat manusia.

Kegiatan ini jangan dianggap sebagai event umat katolik saja, tapi juga merupakan event seluruh masyarakat NTT. “Dukungan Pemerintah sangat luar biaaa untuk di selenggarakan Pesparani di NTT. Event ini jangan di lihat sebagai event agama katolik tapi even masyarakat NTT sehingga semua masyarakat merasa memiliki kegiatan ini dan bersama-sama panitia dan juga pemerintah menyukseskan acara Nasional ini,” pintanya.

Ia menyampaikan dalam penyelenggaraan Pesparani Nasional Oktober nanti, panitia juga akan melaksanakan Pameran Expo Nusantara. Pameran ini sebagai momentum untuk memperkenalkan kekayaan NTT yang akan di tampilkan oleh sejumlah UMKM, di harapkan dengan expo ini para peserta dari berbagai Provinsi ketika pulang nanti dapat membawa oleh-oleh khas NTT.

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang Romo Gerardus Duka mengatakan sesungguhnya gereja sangat mendukung dan mengapresiasi di selenggarakannya kegiatan ini. Menurutnya dalam gereja katolik, ibadah itu terdiri dari dua bagian, ekaristi dan sabda dan dua bagian ini instrumen penghubungnya lagu karena tanpa lagu nampaknya mati.

“Lagu itu bukan hanya pujian tapi lagu itu adalah doa, lagu dalam gereja katolik itu bukan tambahan tapi bagian integral dalam ibadah. Maka ketika orang bernyayi bukan hanya memuji Tuhan tapi juga berdoa oleh karena itu semua umat harus berpatisipasi aktif dalam menyanyi dan berdoa lewat pujian. Itulah pentingnya menyanyi dalam agama Katolik,” jelasnya.

Ia berharap, usai lagu-lagu di lombakan dalam Pesparani, keaktifan umat dalam gereja khususnya dalam bernyanyi dapat di tingkatkan. Selain itu di harapkan agar semua umat, bukan hanya umat Katolik, dapat mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan ini.

Perwakilan Polda NTT AKBP Domi Yampormase menegaskan bahwa kegiatan tidak akan berjalan dengan baik apabila keamanan dan ketertiban tidak di laksanakan dengan baik.

Namun ia memastikan bahwa selama kegiatan Pesparani berjalan nantinya, keamanan dan ketertiban selama kegiatan di pastikan akan berlangsung baik dan aman.

Ketua LP3K NTT, Frans Salem berharap kegiatan ini dapar berjalan dengan baik dan aman. Ia meminta dukungan semua masyarakat NTT untu membantu panitia menyukseskan kegiatan Pesparani tingkat Nasional ini.

Segala persiapan menyambut Pesparani ini dipastikan akan berjalan baik, mulai dari akomodasi para peserta yang di perkirakan lebih dari 8000 tamu orang yang akan ke NTT mengikuti perlombaan ini. (mg-23/C-1)