Sayembara Menulis Untuk Bangun Kesadaran Literasi

berbagi di:
foto-hal-15-foto-hl-sayembara

Kabiro Humas dan Protokol NTT Marius Jelamu berpose bersama para pemenang lomba menulis yang digelar Biro Humas Setda Provinsi NTT, Jumat (10/1). Foto: Ayub/VN

 

 

Ayub Ndun

Biro Humas dan Protokol Setda NTT menggelar Sayembara Menulis untuk membangun kesadaran literasi masyarakat. Terbukti berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Terdapat dua tema besar yang mendasarinya dalam menulis yakni Pancasila dalam Perspektif Kaum Milenial NTT dan Narasi Gubernur VBL yang menginspirasi.

Kabiro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Jelamu melalui Kasubag Pers dan PPU Valerius P Guru kepada VN, Jumat (10/1) mengatakan, sayembara menulis membuktikan bahwa masyarakat mengikuti apa yang dikerjakan Gubernur Viktor B Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef A Nae Soi. Selain itu, sayembara ini, menjadi tanda bahwa Biro Humas sangat mendukung kegiatan literasi.

“Jadi Humas tidak bekerja membangun image, menjaga kepercayaan publik (trust), tetapi juga memenangkan opini publik. Lebih dari itu, Humas juga ingin mengisi ruang mendukung gerakan literasi karena dari 1.000 orang Indonesia yang berminat baca itu satu orang,” ujar mantan wartawan ini.

Naskah tulisan para juara akan dibukukan.

Pada 2020 ini, Biro Humas dan Protokol Setda NTT akan kembali menyelenggarakan ajang menulis tersebut untuk mencari pelaku literasi dan penulis handal.

“Rencana begitu, rencana ini akan terus. Malah saya mengutip statemen bapak Gubernur, ‘kehebatan kita tergantung narasi yang kita tulis’. Pak Gubernur bilang bahwa kita harus terus menulis menarasikan apa yang kita kerjakan dan apa yang kita buat sehingga orang di desa tahu apa yang kita kerjakan,” beber dia.

Juara 1 lomba menulis dengan judul ‘Basmi Namkak’ untuk lompatan IPM NTT Paul Bolla, mengatakan, lomba tersebut sangat baik mendukung
kesadaran masyarakat di bidang literasi.

Dia mengapresiasi langkah Biro Humas dan Protokol Setda NTT yang telah menyelenggarakannya. Dan paling penting tulisan tersebut akan dibukukan.

“Harus diapresiasi. Apalagi tulisannya akan dibukukan. Tentu akan memperkaya literasi kita. Sebaiknya dipertahankan dan frekuensinya ditingkatkan dengan tema-tema sesuai,” ujarnya.

Wartawan senior itu memberikan saran agar panitia sayembara menulis mewajibkan ASN ikut dalam sayembara menulis terkait masalah-masalah pembangunan di NTT.

“Dari jumlah naskah yg masuk, sangat minim dari kalangan ASN. Mungkin ASN harus dipaksa, dengan mewajibkan per kabupaten atau per instansi minimal ada lima penulis, dengan tema lomba berkaitan dengan masalah-masalah pembangunan,” ujar dia.

Ia juga menyarankan agar para guru dan dosen, para siswa SMA/SMK dan mahasiswa perlu dilibatkan aktif dalam lomba menulis terkait dunia pendidikan.
Sesuai SK Pemprov NTT Nomor : 02/TDJ-MB/XII/2019 memutuskan 6 juara serta 10 naskah kategori favorit dalam mata lomba menulis buku narasi Gubernur yang menginspirasi sedangkan SK Pemprov NTT Nomor : 01/TDJ-MB/XII/2019 memutuskan juara menulis buku pancasila dalam perspektif kaum milenial.

Dewan juri sayembara menulis dipimpin Pater Gregor Neonbasu SVD didampingi Inche Sayuna, Prof Simon Ola, dan Abdul Kadir Makarim.

Adapun aspek-aspek yang dinilai dalam sayembara menulis yakni kesesuaian judul dengan tema,kesesuaian data dan fakta pendukung, ketepatan mengemukakan dan mengurutkan/menyusun gagasan, Diksi yang tepat dalam mengartikulasikan pesan nilai. Kedalaman dan kepadatan isi, menutup dengan kesan yang kuat dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku). (mg-18/C-1)

 

Daftar Juara Sayembara Menulis:

Juara I : Florianus Jefrianus Dain (Mahasiswa STFK Ledalero, Maumere)
Juara II : Rian Odel (Mahasisswa STFK Ledalero, Maumere,)
Juara III: Christian Kali (Mahasiswa Seminari Tinggi St Mikhael Penfui
Kupang).

Juara harapan I : Rikardus Montero (Mahasiswa Tingkat II STFK Ledalero)
Juara harapan II: Susana Paula Ndawang (Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang)
Juara harapan III: Yosef Uje Fernandez (Mahasiswa Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang).

Menulis Buku Narasi Gubernur Yang Menginspirasi

Juara I : Paul Bolla (Jurnalis)
Juara II : Antonius Oktaviano Susabun (Mahasiswa)
Juara III : Tony Kleden (Wartawan)

Juara Harapan I : Fransiskus Carbinsius Sabar (Mahasiswa STFK Ledalero, Maumere)

Juara harapan II : Ferdianus Gato Ma (Mahasiswa Unwira Kupang

Juara harapan III: Martinus Aris Sagaji Tokan (Swasta)

=======