Sebulan Terakhir di Kota Kupang 10 Kasus Positif Covid-19

berbagi di:
foto-hal-07-metro-kadis-retnowati-120920

 

drg Retnowati
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang

 

 

 

Simon Selly

 

 

SEKITAR sebulan terakhir, yakni sejak 19 Agustus hingga pertengahan September, terjadi 10 kasus ositif Covid 19. Dari 10 kasus itu, sembilan pasien masih dirawat dan satu orang meninggal dunia. Satu kasus terbaru berasal dari pelaku perjalanan dari Jakarta yang saat ini dirawat di RSUD SK Lerik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg Retnowati mengatakan itu, kemarin.

Kasus terbaru adalah warga Kelurahan Oesapa Barat, yang baru kembali dari Jakarta menghadiri acara keluarga. Ia pulang dari Jakarta pada 29 Agustus dan pada 1 September mengalami diare, sakit perut sehingga diperiksa di RS Siloam.

“Pada tanggal 5 September ia kembali ke RS Siloam dengan keluhan diare. Dilakukan rapid test dab hasilnya reaktif sehingga langsung dibawa ke RSUD SK Lerik sampai sekarang. Hasil test swabnya juga positif,” ungkap Retno.

Selain itu, Ia juga menjelaskan, pada Selasa 8 September 2020, dinyatakan dua orang positif Covid-19 di Kota Kupang, yang dimana salah satunya adalah bakal calon bupati Ngada, yang saat ini dirawat di RS Wira Sakti Kupang.

Sementara itu, Direktris RSUD SK Lerik Marsiana Halek menjelaskan bahwa rumah sakitnya saat ini merawat dua pasien Covid-19. “Sebelumnya ada tiga tapi satu meninggal dunia,” katanya.
Pasien yang meninggal itu, kata dia, adalah pasien dengan penyakit penyerta. “Dia dirujuk dari RS Siloam. Kami rawat tiga hari dan meninggal pada 6 September karena serangan jantung,” jelasnya.

Sementara dua pasien lainnya yang masih dirawat, ia mengatakan bahwa kondisi keduanya baik, tidak ada penyakit penyerta.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan, ke-10 kasus Covid-19 itu merupakan pelaku perjalanan, dan bukan warga Kota Kupang.

Dengan munculnya 10 kasus sekitar sebulan terakhir itu, Wali Kota Jefri mengatakan akan menempuh kebijakan bekerja dari rumah. Ini berlaku sesuai peraturan yang ada. Meski demikian, tempat hiburan tak ditutup. Namun penerapan protokol kesehatan akan tetap dipantau oleh petugas. “Kami perketat dengan pemakaian masker,” ucapnya.

Sesuai hasil pemantauannya, masih banyak warga Kota Kupang yang belum menerapkan protokol kesehatan dengan baik, sehingga pihaknya akan membentuk tim guna memantau setiap sarana publik di kota Kupang.

“Sesuai dengan apa yang kita temui kemarin dilapangan masih banyak yang tidak menggunakan masker dan kedepan kita akan lebih tegas lagi kedepan, untuk penggunaan masker ini, dan kemungkinan besar kita akan bentuk tim khusus untuk mengontrol penggunaan masker dan juga di rumah-rumah makan, hotel dan lainnya,” katanya.

Ia berjanji segera koordinasi dengan Pemprov agar akses masuk Kupang diperketat.

Sementara itu data yang dihimpun dari Pusdalops NTT, per Jumat (11/9) Pukul: 16.00 Wita, jumlah kasus covid di NTT bertambah dua kasus.Dua kasus itu terjadi di Kabupaten Ende, satu kasus yang merupakan kluster Transmisi Lokal. Satu kasus lainnya yang juga transmisi lokal terjadi di Manggarai Barat. (R-2/yan/ol)